Selasa, 13 Agustus 2013

Pemahaman

#Jika saja Ayah Mengerti..

Kalau administrasi negara bukan melulu tentang administrasi di kantor lurah, pemda, ataupun kantor camat. Administrasi negara ada disemua lini yang mencakup segala kegiatan pemerintahan mulai dari kegiatan administrasi di seluruh kemeterian urusan pemerintahan, kantor – kantor layanan publik, bahkan pada Badan Usaha Milik Negara.

Selagi suatu organisasi masih melaksanakan managemen dalam perusahaannya, maka di dalam organisasi tersebut akan selalu terdapat kegiatan administrasi. Sebab ‘administrasi ada dalam managemen, dan managemen ada dalam administrasi’. Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan.


Seorang lulusan Ilmu Administrasi Negara mampu bekerja di mana saja, namun memang dikhususkan pada lembaga – lembaga pemerintahan, lembaga – lembaga layanan publik serta organisasi atau Perusahaan Milik Negara.


Seorang lulusan Ilmu Administrasi Negara telah dibekali dengan pengetahuan tentang managemen perusahaan negara, managemen sumber daya manusia, managemen lembaga – lembaga pemerintahan, pengetahuan tentang idealnya suatu layanan prima bagi masyarakat, serta kepemimpinan bagi dirinya sendiri dan organisasi. Ada banyak sekali materi – materi ajar yang sebenarnya juga bisa diterapkan di sektor – sektor swasta.

Jadi sebenarnya.. pernyataan ayah tentang ‘Anak tetangga depan rumah yang lulusan Ilmu Administrasi Negara dan bekerja di BRI ; tidak sesuai dengan bidangnya’ itu salah besar.

Sebab kami.. mahasiswa maupun lulusan Ilmu Administrasi Negara telah dibekali pengetahuan tentang Managemen Perusahaan Negara, yang bisa kami gunakan dalam pekerjaan kami di berbagai perusahaan negara .. seperti BNI, Pertamina, PT Timah tbk, BRI, dan lain sebagainya.


                

Senin, 12 Agustus 2013

Surat Buat Pangeran

Kita hanyalah jiwa – jiwa yang terjebak dalam kungkungan budaya,


Adalah bagaimana cara kita memantaskan diri dengan cermin yang dibuat muka – muka dunia


Bukan hal mutlak tentu saja, namun menjadi penting.


Lalu, apa bagimu kita sepadan?


Lalu, berapa tangan yang kamu genggam?


Aku,


Kamu,


Apa?





Rabu, 07 Agustus 2013

Impian

Hidup ini aneh.
Ketika aku sangat menginginkan sesuatu, Tuhan belum juga memberikan itu. Bahkan sampai hari ini.
Aku terus saja berdoa dan menunggu – nunggu kesempatan itu datang.
Lalu yang terjadi kemudian.. Tuhan malah memberikan takdir yang lain, takdir yang tidak pernah ku minta sebelumnya.



Bagaimana ya sebenarnya cara kerja Tuhan terhadap permintaan – permintaanku?
Kapan Dia akan mau mewujudkan impian – impian itu?


Novelku yang judulnya ‘ Pelangi Selepas Hujan’ ditolak penerbitan.
Yang tersisa tinggal ‘Jika Saja Kau Memilihku’.. masih ditunggu kabarnya.
Apa novel kedua akan ditolak juga? Hiks..



Tuhan.. kumohon. Bukakan jalan bagi impian itu. Aku akan terus berusaha Tuhan..
Tapi kumohon, buka kan pintu pertama, agar aku bisa masuk dan berjalan di dalamnya.
Amin.


Je t'aime, Paris

Tersesat dalam pemahaman diri sendiri.
Tersesat dalam keinginan yang terlalu banyak.
Pagi ini, aku berkhayal lagi tentang impianku untuk menikmati musim gugur di Paris. Pagi ini juga aku kembali ingat tentang umur yang selalu bertambah di tiap detik, tentang skripsi yang sudah membayang di depan mata, tentang pekerjaan apa yang mungkin kulakukan setelah aku lulus nanti?

Masa depan tampak semakin dekat. Apa aku sudah siap bertarung dengan orang – orang yang lebih kuat?

Belum lagi hati yang sekarang sudah semakin kotor. Terlalu banyak berpikir negatif, terlalu banyak berpikir buruk tentang orang lain.. dan segalanya kemudian membuatku menjadi tidak nyaman.

Semuanya terasa tidak lagi ‘pas’.. ada hal – hal yang dirasa semakin membosankan dan memuakkan, namun tetap harus dijalani.

Fiuh.. di waktu yang terus berjalan ini.. aku masih saja mencari – cari, tentang segala sesuatu.
Tentang masa depanku, jodohku,..

Hanya satu hal yang tidak pernah berubah dalam hidupku,
Hanya impian – impian itu. Yang masih tetap sama.. dan masih terus diperjuangkan pencapaiannya.

Doakan aku ya.. entah bagaimana caranya agar aku bisa menulis sambil menikmati suasana Paris. Entah bagaimana caranya nanti.. entah harus berapa rupiah yang mesti ku kumpulkan... aku, ingin itu.








Menulis novelku di Paris. Berkeliling menikmati susana kota.. 



sekalipun ketika aku datang nanti, mungkin Paris akan semakin padat, tapi siapa yang peduli?



Selasa, 06 Agustus 2013

Bimbang

Kadang perasaan kita cepat berubah. Seperti cuaca di era pemanasan global ; Gak ada yang bisa nebak dengan pasti, kapan hari bakal hujan.. atau kapan cuaca bakal panas terik.


Jadi yang sebenarnya salah dalam diri kita tuh apa sih?
Salah kita yang nggak kuat pegang perasaan? Salah kita yang suka lirik – lirik sana sini.. atau memang perasaan itu belum terlalu dalam, sehingga mudah goyah oleh cobaan yang baru datang?


Malam ini.. aku berpikir lagi tentang seseorang yang kutinggalkan beberapa waktu lalu..
Apa kabarnya? apa dia terluka saat aku pergi? Apa aku bisa menyembuhkannya lagi?


Tapi di satu sisi aku juga berpikir tentang seseorang yang jauh itu.



Di sudut – sudut rasaku yang lain, aku pun memikirkan tentang beberapa orang yang terlalu lama menunggu, hingga akhirnya mereka pergi..
Aku juga berpikir tentang seseorang yang masih menungguku sampai sekarang.




Jadi Apa sih yang sebenarnya kita rasakan? Apa sih yang sebenarnya kita cari? Kita mau apa?

Heart

Hati, akan selalu memilih jalannya sendiri..

sekalipun jalan itu kata orang tidak menguntungkan,

sekalipun jalan itu terasa menyesakkan bagi diri sendiri,
Sekalipun jalan itu juga berarti melepaskan seseorang.
Sekalipun jalan itu juga berarti menunggu.

Tapi jelas, itu pilihan hati.

Lalu seseorang bertanya padaku,
apakah aku menyesal melepaskannya? apakah aku tidak akan merasa rugi ketika dia pergi?


Sejujurnya, Aku tidak berniat menyakiti siapa – siapa.
Ini hanya karena Aku terlalu percaya pada hati, selalu mengikuti kepada siapa saja ia membawa rasaku.

Hati, selalu punya jalannya sendiri.
Aku percaya, nanti ia pasti akan membawaku pada jodoh yang tepat.

Mungkin saja jodoh itu kamu, seseorang yang sempat kutinggalkan di masa lalu?
Mungkin saja dia, seseorang yang terlalu jauh untuk dikejar?

Entahlah.




Jumat, 02 Agustus 2013

Oleh - Oleh

Hai blog!
Maaf udah satu bulan nggak pernah menorehkan apapun disini.
Aku sedikit sibuk sama urusan kuliah. Tahu? KKN selama satu bulan di Aceh kemarin agak sedikit menyita waktu dan pikiran. Juga menghanguskan kulitku. -_-


                Banyak hal yang kubawa sepulang dari sana. Misalnya saja setumpuk kenangan bersama teman – teman yang lucu. Biar kukenalkan satu – satu ya!! Kelompok kami terdiri dari empat cewek dan tiga cowok. Semua dari mereka punya kebiasaan dan tingkah yang lucu – lucu yang bikin aku nggak akan lupa segala tentang mereka, sekalipun aku tua nanti. :D


1.       Noni
Kesan pertama pas aku ketemu Noni, kupikir dia anaknya sombong dan nggak mau nyampur sama orang lain. kalian tahu? Aura dia kayak anak gaul yang gak minat deket – deket sama anak cupu. Ngerti kan? Ahahahaha. Tapi setelah deket, ternyata anaknya baik, hobi gosip, trus ramah banget sama ibu – ibu. Cucok rempong lahh.. Tiap kali kami weekend dan dibolehin keluar kampung, aku pasti ngungsi ke kosan dia. Trus kami ngeceng – ngeceng deh keliling kota.

ini yang namanya Noni. Anaknya mungil, tapi cantik.



2.       Roja
Nah..  yang satu ini, kami panggil dia Bunda. Abis dia orang yang paling dewasa diantara kami semua. Dia ini alim banget.. solatnya gak pernah bolong, tiap malem tahajud plus tadarus. Pokoknya soleha lah.. sayang banget ke-alim-an dia nggak nular – nular banget ke kami. hahahaha
Bunda Roja berdiri di tengah. pake jilbab ungu sama rok item. Dari tampang udah keliatan kan alimnya? :D



3.       Intan
Kalo yang satu ini, kunamai dia putri tidur. Tiap hari, dia yang paling susah dibangunin. Karakternya lucu.. kayak cewek – cewek ceroboh di film korea. Dia suka ketawa ngakak.. ketawanya gede banget sampe – sampe kalo ada hal lucu, yang kami lakuin bukan ngetawain hal lucu itu, malah ngetawain cara ketawa dia.
Putri tidur yang pake jilbab merah


4.       Ari
Kalo yang ini.. pangeran tidurnya. Dia nggak pernah bisa bangun pagi. Selalu bangun kalo udah jam sepuluh siang. Kebo banget lah pokoknya! :D. Tapi dia anaknya sabar banget. Trus.. mau aja kalo dimintai tolong. Manis juga sih.. suka lah. hahaha

Ini fotoku bareng Ari di Iboh, Sabang. Pantainya keren deh, bening banget.



5.       Syahrul
Kami panggil dia Abang, soalnya dia satu tahun di atas kami. Cuma baru ikut KKN bareng kami. Maklumlah.. anak teknik. Abang yang satu ini juga sabar, paling cepet luluh kalo kami merengek – rengek minta sesuatu. Wkwkwkwkwk. Yang paling lucu, dia suka ngomong berulang – ulang. Kayak misalnya.. “ kalian tahu gimana ngilangin warna kuning kunyit dari tangan?”, “ kalian tahu nggak?”, “ tahu nggak?” gitu terus sampe kiamat. wkwkwkwk
Ini foto Bang Syahrul di 0km, Sabang.


6.       Rahmat
Dia dapet julukan baru selama KKN. Namanya jadi Rahmat Sing si pria india. Hahaha.. Bukan apa – apa sih.. ini semua hanya karena dia tampak gelap dibanding yang lainnya. :D

Pesona si Pria India. Asek Asek Jos!!



Satu bulan hidup bareng mereka, bikin aku mewek sejadi – jadinya pas bus Putra Pelangi jemput aku di Wisma buat pulang ke Palembang. Aku sedih.. inget entah kapan lagi bisa ketemu mereka.

Inget.. keanehan dan keunikan mereka selama KKN. Inget kebiasaan – kebiasaan mereka. Roja yang suka bangunin tiap subuh, bang Sahrul yang suka misscall, Rahmat yang suka mandi berjam – jam tapi gak kunjung putih, Noni yang rempong kayak Ibu – Ibu, Intan yang minta pulang mulu, Ari yang asep rokoknya kemana – mana... 

Aku sayang sama mereka semua. Makanya berat banget ketika harus pulang. Aku pengen banget, suatu hari bisa ngumpul lagi bareng mereka. Tapi entah suasananya masih akan terasa hangat atau enggak.

Tapi Yang pasti.. mereka udah ngasih kenangan manis buat aku kenang sepanjang hidup.

 Love You Guys!!

Will Miss You all so Bad!! :D