Kamis, 10 April 2014

Suatu Hari ; Dalam Hidup Kita

Aku mendengar suara kendaraan berhenti di depan rumah. Kemudian langkah - langkah kaki terdengar mendekat, sebuah suara kemudian menyapa. 

" Kamu di rumah kan?," tanyanya, mengetuk - ngetuk daun pintu.

Aku mendengarkan sejenak, lalu segera menyisihkan pisau. Bergerak perlahan menyongsong daun pintu ruang tamu.

Kuintip sosoknya dari balik jendela, dia sedang berdiri; menunggu di muka pintu. Aku tersenyum.
Pintu ku kuak.

" Kenapa pulang lagi? Bukannya tadi baru berangkat?," kataku, menatapnya dalam pandangan heran.

Kulirik pakaiannya; masih rapi. Kenapa dia kembali?

" Aku kangen kamu, lagi," katanya lugu.

Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Mentertawakan keluguan juga kebodohan lelaki yang satu ini.

Kupinjam tangan kirinya, melihat dalam jam tangan. Masih pukul sembilan pagi. 


" Jadi, mau ngapain?," kuajak dia masuk ke dalam rumah.

" Memandangimu lebih lama, hmm.. lima menit. Setelah itu, aku pergi," dia tersenyum lucu.

Kami duduk di sofa, saling menatap dalam diam. Ku perhatikan sepasang matanya. Ada wajahku di dalam sana. 

"Sudah lima menit, " ujarku, tertawa lagi. Aku bangkit, menarik tubuhnya menuju pintu.


" Nanti masak apa?," matanya berkedip antusias.

" Jam 12 pulang ke rumah. Kita makan sama - sama ya...," 

Aku melambaikan tangan pada sosoknya yang bergerak meninggalkan halaman rumah.

" Hei! aku titip kertas ya..," suaraku menghentikan langkah kakinya.

" Buat apa?," 

" Aku butuh banyak kertas, untuk melukis segalamu. Agar aku tak pernah melupakanmu. Agar ketika aku lupa, maka sejarah akan mengingat kamu. Agar aku punya banyak hal untuk selalu ku ingat. Agar aku punya banyak kenangan, untuk ku eja setiap hari.. untuk kubaca sepanjang waktu. Aku ingin menjadikanmu dongeng-ku. Sebuah dongeng indah dalam hidup.
Sebab ketika ada-mu menjadi tidak abadi, ketika ada-mu kian memudar.. maka dongengku akan selalu nyata.
Akan selalu ada".

" Kamu ngomong apa sih?," tanyanya heran.

Lagi - lagi aku tertawa, membanting daun pintu, lalu melangkah ke dapur untuk melanjutkan memasak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar