Minggu, 27 April 2014

Efek Media Sosial



Bertahun - tahun aku aktif sebagai pengguna jejaring sosial. Baru akhir - akhir ini aku mikir, kalau ternyata media sosial ini lebih bisa mengembangkan sifat jelek dalam diriku ketimbang membawa perkembangan yang baik.

Biar kujabarkan satu- satu apa saja dampak negatif media sosial buatku:

1. Aku sering lupa waktu. Kalo udah ngobrol sama teman di facebook atau twitter, biasanya aku akan memundurkan jadwal untuk kegiatanku yang lain. Padahal yang kita obrolin pun sering gak penting. Bahkan kalo aku lagi gila sama game di facebook, aku bisa menghabiskan waktu berjam - jam cuma demi meningkatkan level dalam game (asli, gak penting).

2. Aku jadi lebih sering ngatain orang. Misalnya nih, aku nemu status orang yang 'gak ngena' di hati, atau status yang kesannya lumayan 'alay'. Itu biasanya aku pasti bakal langsung mikir jelek tentang orang tersebut, aku pasti akan langsung mengeluarkan komentar pedas (bohong deh kalo lo gak pernah ngalamin hal yang sama?)

3. Aku jadi mudah iri hati. Iri hatinya ya setiap kali lihat teman dapat sesuatu yang katakanlah 'keren', maka terbersit sedikit rasa iri di dalam hati; kenapa aku gak begitu?
Contoh ya.. ada temennya temenku yang sekarang lanjut kuliah di Jepang. Aku jadi sirik; kok aku gak gitu juga? (padahal aku tahu kalo rejeki orang itu beda-beda, kenapa lagi aku harus iri?). Yang paling sering bikin sirik yahh... kalo liat foto - foto teman yang lagi liburan. Wah,, itu tingkat iri dan dengki pasti bakal langsung meningkat tajam.

4. Kita dibentuk jadi orang yang suka pamer. Apa aja kita ceritain di media sosial. Ya handphone baru, ya rumah baru, ya kamera baru, ya pacar baru, ya penghargaan baru. Kita jadi berlomba - lomba pengen jadi yang paling hebat di media sosial. Kita berusaha memperlihatkan apa saja yang kita punya. Apa saja yang bisa jadi kebanggan buat kita. Sampai - sampai kita lupa; ini udah masuk kategori menyombongkan diri. 
(Media sosial yang paling mendukung sifat ini tentu saja instagram). Fiuh..

5. Kita jadi suka memata - matai hidup orang lain. Kita jadi lebih suka membesar-besarkan aib orang lain (atas nama 'gosip terhangat di med-sos). Kita jadi orang yang bertambah busuk dari hari ke hari.


Media sosial bikin kita lebih banyak dosa, ya gak sih?
(Buktinya sekarang udah semakin marak kejahatan yang awal mulanya dari media sosial kayak penipuan, pembunuhan, penculikan,dll)

Media sosial bikin kita (sedikit banyak) mulai membanding - bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Padahal sekali lagi, jalan hidup masing - masing orang kan beda - beda? 

Setiap kali aku menggunakan media sosial, sebenarnya aku selalu berusaha untuk mengembangkan sisi positif dari media sosial. Walapun tetap saja, dampak negatif pada akhirnya akan muncul.

Penggunaan media sosial secara positif olehku yaitu:

1. Media sosial kugunakan untuk menulis. Mengembangkan pemikiran - pemikiran dan memublikasikan beberapa karya yang belum sempat muncul di media cetak.

2. Media sosial kugunakan untuk memeroleh informasi terkait kuliah, dunia tulis - menulis, serta berita dari dalam dan luar negeri.

3. Media sosial kugunakan untuk bertukar kabar dengan teman yang sudah jarang ditemui. Media sosial mendekatkan kami yang jauh.

Tu kan.. kayaknya efek negatifnya lebih besar kan ketimbang yang positif?


Beberapa hari ini, setiap kali aku buka facebook atau twitter.. entah kenapa aku jadi gak enak sendiri.

Aku baca status orang - orang satu persatu. Semua orang 'disana' pada mengeluh, ada yang berbahagia di media sosial, menangis di media sosial, bahkan berdoa pun di media sosial.

Benarkah media sosial nantinya akan menggeser posisi Tuhan?

(Oh God... mengerikan sekali).



Maka dari itu, dalam beberapa waktu terakhir, aku berusaha mengurangi interaksi di media sosial.

Aku mau memperbaiki diri aja lah sekarang.

Sibuk buka media sosial rasa - rasanya sama kayak sibuk ngurusin hidup orang, sedangkan hidupku sendiri aja belum bener.

Ampun Tuhan. :(










Tidak ada komentar:

Posting Komentar