Ketika hari ini, Nama Jokowi
mulai terkontaminasi oleh opini – opini yang mengotori..
Maka saya tak tahu lagi, hendak mencoblos siapa.
Orang – orang bilang, dia
walikota Solo yang gagal. Tapi saya mana tau? Saya tak pernah tinggal di sana.
Abu Rizal Bakrie pun tak jelas
prestasinya. Yang bercokol di kepala saya tentang dia ; hanya masalah lumpur,
yang entah bagaimana akhirnya tidak ada lagi berita.
Belum lagi Prabowo yang katanya
ditakuti Amerika, tapi di TV pun saya tak pernah lihat prestasinya. Kecuali hanya
koar – koar tentang pembangunan bangsa.
Hari ini pun saya sangsi. Apakah
citra dari TV – TV masih bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan.
Sebagaimana yang saya pahami,
bahwa TV adalah milik pengusaha yang jadi politisi.
Tidak ada lagi ‘citra’ yang
murni. Segala hanya tarik – menarik pengikut, supaya bisa naik kursi.
Supaya bisa jadi pemimpin negeri
ini.
Ah, beginikah demokrasi?
Kami bahkan tak punya lagi sudut
yang bisa kami percayai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar