Pagi ini, aku terbangun dengan rasa peyesalan yang membuncah di dada. Ingat, bahwa ada beberapa mimpi sederhana-ku yang hingga penghujung waktu seperti saat ini, pun masih belum bisa ku wujudkan.
Impianku mungkin terlalu muluk bagi orang - orang pemalas, mungkin terlalu kecil bagi orang - orang hebat.
Tapi buatku, impian ini sungguh sederhana. Yang meki telah kuusahakan, masih belum bisa untuk ku capai.
Aku ingat, saat awal aku masuk kuliah dulu. Aku punya dua impian besar yang ingin kucapai :
1. Aku ingin lulus dengan Cumlaude.
2. Aku ingin menerbitkan novel.
Namun sayang, sepertinya dua hal sederhana itu tidak bisa kuwujudkan.
Saat ini, aku sedang menjalani proses skripsi menuju sidang akhir. IPK-ku sekarang hanya 3,37. Sekalipun jika aku mendapat nilai A untuk skripsi, maka IPK-ku ketika lulus hanya bisa mencapai 3,40.
Masih kurang 0,11 dari apa yang ku cita-citakan.
Sedangkan menerbitkan novel? aku sudah jatuh bangun dua kali. Dua kali menyelesaikan novel, dua kali pula ditolak.
Fiuh.. aku merasa segalanya tidak sempurna. Aku merasa, ini salahku karena kurang giat berusaha.
Mungkin aku sedih, juga menyesal. Mengapa waktu begitu cepat menjawab segalanya?
Mengapa dua hal sederhana itu terasa sulit untuk diwujudkan?
Bagi sebagian orang, IPK 3,40 memang tidak buruk. Tapi bahkan tidak terlalu bagus untuk orang yang mengharapkan lebih, seperti aku.
Oke, terlepas dari IPK yang tidak mencapai cumlaude.. sungguh aku tidak akan terlalu kecewa seandainya saat ini aku sudah punya satu buah novel yang sudah diterbitkan oleh satu perbitan ternama.
Sungguh, impian cumlaude itu tidak akan pernah berarti apa - apa jika novelku sudah diterbitkan.
Aku ingin punya buku!!!! Buku atas namaku sendiri!!!
Aku harus seperti apa lagi supaya impian itu benar terjadi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar