Selasa, 11 Februari 2014

Pasrah

Beberapa orang terkadang ditakdirkan untuk memiliki hidup dengan jalan yang mulus, tanpa banyak riak dan kerikil. Segalanya mudah, segalanya ada, segala dia punya.
Sedang beberapa  orang yang lain malah perlu berjuang sangat keras, meski untuk mendapatkan sesuatu yang sangat kecil. Ya.. aku salah satunya.

Kusadari, semakin diri ini beranjak dewasa..semakin Allah coba dengan banyak hal yang acapkali membuatku hampir putus asa.
Sering aku membandingkan perjalanan hidupku dengan seorang teman dekat. Kulihat...kehidupannya begitu mudah, rejekinya sangat lancar, segala yang dia lakukan selalu memperoleh jalan yang mulus, segala hal tampak sangat mudah baginya.
Lalu kulihat lagi diriku,.. banyak cobaan dari Allah yang membuatku sering menangis, sering merasa takut, sering mengeluh, seringkali merasa sakit karenanya.

Beberapa hari yang lalu, Allah malah menjungkirbalikkan perasaanku. Melunturkan harapan – harapan indahku dengan kenyataan yang malah bertolak belakang dari rencana – rencana.
Terbersit dalam hati, apa Allah tidak menyayangiku? Apa Allah lebih menyayangi temanku sehingga dia lebih beruntung sedang aku begini sulit?

Kemudian kurenungi banyak hal yang telah terjadi.
Ah... bukankah nabi Yusuf dicoba dengan banyak godaan dari wanita? Bukankah nabi Muhammad juga banyak dicoba? Bukankah nabi Musa juga dicoba? Bukankah seorang nabi lainnya juga pernah dicoba dengan sakit borok sepanjang hidup? Nabi Isa juga dicoba?
Apalah artinya kesulitan hidupku dibanding mereka. Betapa lemahnya aku... kesulitan begini sedikit, sedang keluhan begitu banyak. Bahkan aku mulai mencurigai Allah.. berpikir kalau dia tidak menyayangiku.

Padahal apalah artinya hidupku ini tanpa-Nya? Apakah aku masih bisa hidup tanpa nikmat dari-Nya? Apakah aku masih bisa kuliah tanpa kuasa dari-Nya?

Bukankah Allah demikian Kuasa.. demikian Besar? Bagaimana bisa aku meragukan Kekuasaan-Nya? Bagaimana bisa aku begitu ketakutan tak memperoleh janji dunia?
Mengapa aku memilih untuk mencurigai-Nya padahal Dia-lah pemilik segala hidupku, segala takdirku?

Duhai...

Maafkanlah aku ya Allah... maafkan aku yang tidak tahu diri ini. Maafkan aku yang kecil, maafkan aku yang penakut, maafkan aku yang tidak pandai bersyukur, maafkan aku yang pernah berprasangka buruk terhadap-Mu.

Aku ingin ikhlas ya Allah... aku ingin belajar pasrah atas semua jalan takdir dari-Mu.
Aku tidak ingin bersusah hati dengan segala yang tak kupunya didunia.


Jika memang cobaan ini membuatku lebih kuat dan lebih dekat dengan-Mu..aku tak apa ya Allah. 
Namun kumohon perhitungkanlah lelahku. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar