Beberapa orang terkadang
ditakdirkan untuk memiliki hidup dengan jalan yang mulus, tanpa banyak riak dan
kerikil. Segalanya mudah, segalanya ada, segala dia punya.
Sedang beberapa orang yang lain malah perlu berjuang sangat keras,
meski untuk mendapatkan sesuatu yang sangat kecil. Ya.. aku salah satunya.
Kusadari, semakin diri ini
beranjak dewasa..semakin Allah coba dengan banyak hal yang acapkali membuatku
hampir putus asa.
Sering aku membandingkan
perjalanan hidupku dengan seorang teman dekat. Kulihat...kehidupannya begitu
mudah, rejekinya sangat lancar, segala yang dia lakukan selalu memperoleh jalan
yang mulus, segala hal tampak sangat mudah baginya.
Lalu kulihat lagi diriku,..
banyak cobaan dari Allah yang membuatku sering menangis, sering merasa takut, sering
mengeluh, seringkali merasa sakit karenanya.
Beberapa hari yang lalu, Allah malah menjungkirbalikkan perasaanku. Melunturkan harapan – harapan indahku dengan kenyataan yang malah bertolak belakang dari rencana – rencana.
Terbersit dalam hati, apa Allah
tidak menyayangiku? Apa Allah lebih menyayangi temanku sehingga dia lebih
beruntung sedang aku begini sulit?
Kemudian kurenungi banyak hal
yang telah terjadi.
Ah... bukankah nabi Yusuf dicoba
dengan banyak godaan dari wanita? Bukankah nabi Muhammad juga banyak dicoba?
Bukankah nabi Musa juga dicoba? Bukankah seorang nabi lainnya juga pernah
dicoba dengan sakit borok sepanjang hidup? Nabi Isa juga dicoba?
Apalah artinya kesulitan hidupku
dibanding mereka. Betapa lemahnya aku... kesulitan begini sedikit, sedang
keluhan begitu banyak. Bahkan aku mulai mencurigai Allah.. berpikir kalau dia
tidak menyayangiku.
Padahal apalah artinya hidupku ini tanpa-Nya? Apakah aku masih bisa hidup tanpa nikmat dari-Nya? Apakah aku masih bisa kuliah tanpa kuasa dari-Nya?
Bukankah Allah demikian Kuasa..
demikian Besar? Bagaimana bisa aku meragukan Kekuasaan-Nya? Bagaimana bisa aku
begitu ketakutan tak memperoleh janji dunia?
Mengapa aku memilih untuk
mencurigai-Nya padahal Dia-lah pemilik segala hidupku, segala takdirku?
Duhai...
Maafkanlah aku ya Allah... maafkan aku
yang tidak tahu diri ini. Maafkan aku yang kecil, maafkan aku yang penakut,
maafkan aku yang tidak pandai bersyukur, maafkan aku yang pernah berprasangka buruk
terhadap-Mu.
Aku ingin ikhlas ya Allah... aku
ingin belajar pasrah atas semua jalan takdir dari-Mu.
Aku tidak ingin bersusah hati
dengan segala yang tak kupunya didunia.
Jika memang cobaan ini membuatku lebih kuat dan lebih dekat dengan-Mu..aku tak apa ya Allah.
Namun kumohon perhitungkanlah lelahku. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar