Kamis, 27 Februari 2014

#KenArok,Singosari,danKerisMpuGandring

‘Ken Dedes’ adalah seorang wanita cantik jelita yang merupakan istri dari ‘Tuggul Ametung’, Bupati wilayah Tumapel ( Bagian dari Kerajaan Kediri). Dalam perjalanan pernikahan mereka, keduanya dikaruniai seorang anak bernama ‘Anuspati’, serta seorang anak angkat bernama ‘Ken Arok’.

Namun siapa sangka dalam perjalanannya kemudian, ‘Ken Arok’ selaku anak angkat malah tega menikam ‘Ayah sendiri’ (Tunggul Ametung) hingga tewas dengan menggunakan keris buatan ‘Mpu Gandring’.
Setelah membunuh sang Ayah, ‘Ken Arok’ naik tahta (menggantikan Tunggul Ametung) menjadi Bupati Tumapel, juga mengambil alih posisi sebagai suami baru ‘Ken Dedes’.

Sepak terjang ‘Ken Arok’ dalam politik cukup beringas, sebab ia dengan berani berusaha menggoyang ‘Kerajaan Kediri’ agar mau melepaskan Tumapel menjadi wilayah yang merdeka dari kekuasaan Kediri.
Tentu saja Raja Kerajaan Kediri yaitu ‘Kertajaya’ merasa tidak terima. Kertajaya pun mengerahkan ribuan pasukannya menuju Tumpel untuk menghancurkan kekuasaan ‘Ken Arok’. Sayang, ‘Kertajaya’ kalah strategi. ‘Ken Arok’ malah lebih dulu menyerang pasukannya di wilayah Ganter, sehingga ‘Kertajaya’ dan pasukan kalah telak.


Peristiwa pembataian di Genter tersebut terjadi pada tahun 1222 yang juga menandai peralihan kekuasaan Kerajaan Kediri dari tangan ‘Kertajaya’ ke tangan ‘Ken Arok’. Tidak begitu lama setelah itu, ‘Ken Arok’ pun menyatukan Tumapel dan Kediri dalam nama baru yaitu ‘Singosari’.

Lima tahun berselang setelah peristiwa pembantaian di Genter, tepatnya pada tahun 1227, ‘Anuspati’ (anak dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung) membalaskan dendam Ayahnya.

‘Anuspati’ pun menikam ‘Ken Arok’ hingga tewas dengan menggunakan alat yang sama (yang juga digunakan Ken Arok ketika membunuh Tunggul Ametung) yaitu keris buatan ‘Mpu Gandring’.

Sumber:

Wibowo, Wahyu. 2009. Menjadi Penulis dan Penyunting Sukses. Jakarta: Bumi Aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar