Ini jejak kecilku.. di negeri ini.
Pada sebuah negeri bernama ‘Sumatera Selatan’.
Jejak yang kecil memang, bahkan mungkin sangat tidak penting
bagi semua orang.
Tapi jejak kecil ini sangat berarti buatku. Jejak kecil sebagai penghapus debu.. Debu yang ditinggalkan
waktu.
#JejakKecil di “Berita Pagi Sumatera Selatan” Edisi 13
Febuari 2014.
" Kepada yang Elok "
Sudah kubilang, tidak perlu kamu tinggikan kerinduanmu kepada yang maya.
Aku utuh.. sudah merasakannya, meski setiap kamu tanya hanyalah bungkam yang berkata - kata.
Lalu kini, bukankah kamu yang pergi dan meninggalkan?
Sudah kubilang, tidak perlu kamu nyanyikan lagu - lagu kasmaran.. ketika dalam padanya aku tenggelam dalam rasa tak bertuan.
Bukankah kamu tidak akan menjawab seluruh rinduku?
Aku bahkan sudah lupa tentang apa yang disebut bahagia, ketika kamu datang dengan suara merdu memasung jiwa.
Sekarang suara itu hilang.. lenyap dalam gema nyata yang lebih rupawan.
Apa lagi? Sudah kubilang tidak perlu kamu indahkan setiap kata yang keluar dari lisan. Aku toh sudah terlalu bosan mencumbui kemeranaan.
Yang karenanya kini aku terjatuh.. kakiku pun sempurna patah. Padahal cacat kemarin belumlah kering.
Kemudian..
Dimanakah kamu sekarang, cinta?
Menarik kenangan lalu-kah? mengejar lagi bidadari tempo hari?
Puisi ini dicuri salah satu teman kuliah dari note akun facebook milikku, untuk kemudian dimuat di surat kabar.
* Ini Jejak Kecil ke tiga yang kutinggalkan setelah Cerpen "I LOve U Kartini" di "Keren Beken 2008" dan Salah satu puisiku tahun 2009 di salah satu surat kabar lokal di Bangka.
Semoga akan akan jejak - jejak kecil yang lain setelah ini. :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar