Dan semakin hari saya semakin tidak mengerti..
Apakah kepedulian saya hari ini telah dianggap ke-kepo-an (perilaku ikut campur yang berlebihan) terhadap hidup orang lain?
Sedih rasanya menyadari bahwa kepedulian saya kini bahkan dianggap gangguan bagi beberapa orang terdekat.
Saya tidak tahu, bagaimana seharusnya saya bersikap.
Apakah saya harus benar - benar acuh?
Sedih menyadari bahwa terdapat beberapa penolakan yang akhirnya membuat hati saya ciut.
Ya.. penolakan atas kepedulian saya terhadap mereka.
Apakah kepedulian saya salah tempat? Apakah saya yang memang berlebih - lebihan?
Apakah sudah semestinya saya tidak perlu peduli terhadap siapa saja? Terhadap apapun kecuali hanya tentang hidup saya sendiri?
Haruskah saya benar - benar acuh?
Baiklah.. mulai sekarang, saya akan belajar acuh.
Tidak akan mempedulikan apapun tentang orang lain. Tidak perlu mengingatkan jam malam, tidak perlu mengingatkan waktu sholat, tidak perlu mengingatkan tentang pakaian yang terlalu terbuka, tidak perlu mengingatkan untuk berhemat, tidak perlu mengingatkan tentang menjaga jarak dengan laki - laki, tidak perlu mengingatkan tentang memilih - milih teman, tidak perlu mempedulikan kegalauannya yang sedang ribut dengan pacar, tidak perlu peduli tentang makanan, tentang kebiasaan, tentang apapun.
Tidak perlu, saya hanya mengganggu.
Saya harus ingat kalau saya mengganggu. Jadi saya tidak boleh peduli.
Ingat, mereka tidak mau dipedulikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar