Kamis, 09 Januari 2014

Semoga saja..

Beberapa hari ini kuhabiskan dengan memendam kekesalan terhadap Adikku.

Semua gara - gara setiap hari, dia selalu ngotot untuk memundurkan tanggal kepulangan ke Indralaya sampai batas akhir bulan Januari.

Aku kesal!!!!! sudah berapa hari ini kupendam kekesalanku. Rasanya ingin sekali kujambak - jambak rambutnya, jika saja dengan begitu dia bisa langsung mengerti.

Harusnya dia tahu, kalau skripsiku sudah kutunda selama satu bulan terhitung sejak kepulanganku ke rumah ini.

Harusnya dia tahu, kalau keinginanku untuk pulang ke rumah ini pun gara - gara dia. Gara - gara teman dekatnya Natal-an, dan dia tidak mungkin untuk tidak berkunjung.

Maka kuputuskan untuk pulang, bersamanya.(Kami tidak mungkin dipisahkan kalian tahu? dua kakak beradik yang kuliah merantau, tidak akan mungkin diizinkan oleh Ibu untuk pulang ke rumah secara masing - masing, kecuali ada hal yan benar - benar mendesak).

Harusnya dia tahu, semua kulakukan karena aku ingin dia bisa berkumpul dengan teman - temannya di rumah ini. Sebab di Indralaya, dia tidak memiliki banyak teman.

Tapi kalau begini ceritanya, sejujurnya aku jadi malas.

Aku jadi kesal.

Sejak awal kepulangan kami ke rumah ini, aku bahkan sudah tahu.

Aku sudah tahu, kalau waktu satu bulanku yang berharga ini hanya akan terbuang sia - sia dengan mengurung diri di kamar.(Kalian tahu? aku tidak punya banyak teman main di sini. Berbanding terbalik dengan Adikku, setidaknya di Indralaya aku punya beberapa teman dekat yang bisa kuajak bersenang - senang).

Sepanjang waktu selama di rumah, satu - satunya yang kupikirkan adalah bagaimana caranya mengejar waktu secepatnya untuk mengambil data selengkap - lengkapnya, mengingat surat penelitianku akan segera kadaluarsa terhitung tanggal 19 Februari 2014.

Jujur saja, aku iri dengan teman - temanku yang bahkan sudah menempuh seminar proposal. Mereka tentu sangat gegap gempita, hanya tinggal menunggu jatah kompre bulan depan.

Sedangkan aku?

Bimbingan pun baru satu kali. Yah.. walaupun skripsiku sudah kukerjakan sampai dengan Bab IV, tapi tetap saja skripsi itu belum sempurna.

Masih banyak hal yang harus dikoreksi oleh Dosen - Dosen pembimbingku.

Aku hanya bisa berusaha dan terus berdoa, semoga bulan Februari aku bisa seminar proposal.

Itu bukan mimpi. Aku yakin semua bisa kukejar, jika Tuhan mengizinkan.

Yah, semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar