Tuan tahu? Aku telah mulai
berjanji pada diriku sendiri, untuk belajar ‘memunggungi’ tuan. Menahan diri
untuk tidak pernah sama sekali berusaha mengetahui keadaan Tuan di sana.
Aku akan berhenti Tuan, sebab
segala hal terasa memberatkan di punggungku. Aku tidak akan mengganggu Tuan
lagi. Aku menyerah terhadap apa yang Tuan namai ‘perasaan’.
Aku tidak ingin lagi menunggu
Tuan. Aku hanya ingin belajar percaya bahwa Tuhanku akan menitipkan padaku
jodoh terbaik, pada saatnya nanti.
Aku tidak ingin melukai hatiku
dengan mengingat – ingat Tuan, sedang Tuan sendiri berbahagia dengan segala
kebebasan Tuan di sana.
Lagipula, aku juga tidak ingin
dititipi jodoh yang egois. Jodoh yang menghabiskan waktu bersama perempuan
lain, sedang aku menunggunya sepanjang waktu seorang diri.
Aku tidak ingin menjadi bodoh
lagi, Tuan.
Biar Tuhanku saja yang mencukupkan ‘rasa’ untukku. Suatu hari dia
pasti memberiku seseorang.
Meski bukan Tuan, aku tak mengapa. Sekarang, aku
hanya butuh yang terbaik, itu saja. Mungkin ‘dia’ bukan Tuan, sepertinya. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar