Rumah menjadi lebih basah saat ini, sebab hujan diluar, juga karena tumpukan kenangan yang tiba - tiba saja berdesakan keluar dari ingatan.
Kenangan? kenangan apa yang aku punya tentang dia?
Hanya berpuluh - puluh puisi tentang dia. Hmm... mungkin juga beberapa cerpen yang mewakili perasaanku padanya, serta ratusan pesan saat kami sering bercengkerama, dulu. Dulu, sebelum rasa bosan mendepak keberadaanku dari sudut kehidupannya.
Hmm...kenangan apa ya, yang aku punya tentang dia?
Sungguh, aku tau kalau kenangan kami benar - benar tidak banyak.
Tapi entah kenapa, aku suka sekali mengingat - ingat tentang dia.
Terlebih, ketika rumah selalu basah oleh hujan seperti sekarang. Seketika itu juga ingatanku tertuju kepadanya.
Pada sikapnya yang aneh, pada otaknya yang kacau, pada... segala - gala tentangnya yang masih tertinggal dalam otakku.
Aroma hujan nyatanya mampu membawa dia kembali hadir dipelupuk mataku.
Sebagai kenangan, tentu saja. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar