Aneh...
Tetap saja, sekalipun aku sudah mencoba membuka pintu –
pintu lainnya,
Aku akan kembali lagi padamu..
Padamu yang kupandangi dengan jelas dari luar jendela itu.
Embun bahkan tidak lagi bisa menyejukkanku sayang, untuk
apa?
Jika dalam matamu saja sudah kutemukan telaga ...
Lalu,
Bisakah kau hentikan hujan dan gemuruh duka itu, untukku?
Aku ingin kamu,
Titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar