Senin, 17 Maret 2014

What is love?

What is love?
Maksudku, cinta antara laki – laki dan wanita itu seharusnya seperti apa?

            Sepertinya aku terlalu banyak mendengar pendapat orang. Juga.. terlalu banyak menerima ‘paradigma cinta’ berdasarkan film - film drama. Sehingga aku tidak pernah punya patokan yang kuyakini dengan benar. Maksudku, dari awal aku memang cenderung kurang mengerti. Dan ditambah dengan berjubelnya paradigma – paradigma lain dalam kepalaku,.. justru semakin mengacaukan segalanya.
Aku sering mendengar bahwa ada sekelompok orang yang berpikir bahwa cinta bisa diukur dari kepemilikan materi. Berapa banyak uang yang dimiliki, maka hal itu akan berbanding lurus dengan takaran perasaan, serta waktu yang bisa dihabiskan untuk bersama.
Sekelompok orang yang lain justru beranggapan bahwa cinta tentu bisa didapatkan melalui paras yang cantik atau tampan. Artinya, kita bisa berbahagia jika memiliki pasangan yang rupawan. Tapi benarkah adanya demikian? Kalau begitu.. jika kita tidak cantik/ tampan (atau bahkan cenderung jelek), maka kita tidak berhak merasakan cinta? Begitukah? Oh.. kalau begitu, betapa dunia sangat tidak adil dalam membagi takaran cinta.
      Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa cinta bisa datang dari mana saja, sejauh perasaan itu bisa membuat kita bahagia. Terserah apakah kamu benar – benar bisa ‘menyentuh’ pasanganmu atau tidak. Yang penting, kamu bisa merasakan kehadirannya. Hmm.. kalau dipikir – pikir, apakah bisa hal ini disebut cinta? Contohnya; pasangan dunia maya. Mereka saling memiliki di chating, saling memiliki di handphone, tapi tidak pernah bertemu di dunia nyata. Apakah ini masih bisa disebut cinta? Terdengar agak konyol ya? hahaha
      Paradigma yang paling sering kudengar dilingkunganku sekarang adalah paradigma yang berasal dari kelompok ‘orang suci’. Mereka beranggapan bahwa cinta itu murni pemberian yang Kuasa (tentu saja ini tidak diragukan lagi). Kita tak perlu terlalu rumit memilih, sebab cinta akan selalu tiba pada saatnya. Dan Tuhan yang akan memilihkan, dan menjodohkan.

But... i dont know.. Segalanya membuatku semakin tidak mengerti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar