Aku ingin menangis hingga tidak lagi kurasakan sesak.
Hanya saja, segala kini terasa kian memberatkan. Aku bosan menjadi tempat bersandar, sedang keluh kesah ku tak ada tempat pembuangan.
Aku lelah.
Lelah dengan keadaan ini. Mengapa begitu sulit membuatnya mengerti?
Tidakkah beban hidup harus dibagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar