#SepasangBolaMata
“ Kamu bilang, kamu mencintaiku?,”
“ Tapi aku ingin punya mata. Cinta
macam apa yang mengharuskan kekasih untuk membuang kedua bola matanya? ,” jawabku
dalam tangis.
“ Berikan saja mata itu untuk
orang – orang yang tidak tulus..,” tegasmu.
“ Tapi aku butuh mataku. Cinta
kita tidak sebatas kulit kan? Tidak sedangkal lidah? Dan aku pun tidak ingin
membuang mataku,” aku menunduk takut.
Kamu masih memegang sepilah pisau
tajam, siap mencungkil sepasang bola mataku.
“ Kalau kamu takut, aku pun akan
membuang dua mataku. Biar cinta kita sama – sama lugu,” kamu berusaha
meyakinkan.
“ Dengan apa kita bisa melihat
dunia, jika mata saja kita tak punya? Lalu siapa yang akan menuntun jalan kita,
jika kamu dan aku sama – sama tak punya mata?,”
Aku beranjak pergi, meninggalkan
kamu dan pisaumu yang berkilat – kilat. Sejenak, aku menoleh lagi,
“ Sungguh.. kita semua butuh
mata. Bukankah segala cinta bermula dari sana? Aku hanya ingin memiliki mataku.
Terserah, sekalipun dengan begitu kamu anggap cintaku menjadi semu,”
Kemudian aku berlalu.
~THEEND~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar