Senin, 31 Maret 2014

Kujatuhkan Hujanku pada Desember

Cintaku adalah hujan.


Ia berasal dari benih – benih lautan, benih – benih comberan, benih air mata, benih – benih kehidupan dalam semesta.

Dan sebagaimana hujan, cintaku pun terbang ke angkasa.
Melesak di udara, menggumpal penuh pesona.


Pada musim, cintaku luruh.
Meleleh di atap tetangga, bersembunyi dalam tas mahasiswa, membasahi handphone mahal milik pemuda.

Kemudian cintaku menari – nari di udara. Hura – hura gegap gempita.

Cinta berbahagia, setelah hujan menunggu lama; ia dapat luruh memeluk tanah.


Menyatu dalam kisah yang indah; tepat di Desember.
Ya.
Kujatuhkan hujanku pada Desember. Kujatuhkan cinta dengan megahnya.


Meski sayang; Desember tak segera paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar