Rabu, 21 November 2012

Titik


Aneh...
Tetap saja, sekalipun aku sudah mencoba membuka pintu – pintu lainnya,
Aku akan kembali lagi padamu..

Padamu yang kupandangi dengan jelas dari luar jendela itu.

Embun bahkan tidak lagi bisa menyejukkanku sayang, untuk apa?
Jika dalam matamu saja sudah kutemukan telaga ...

Lalu,
Bisakah kau hentikan hujan dan gemuruh duka itu, untukku?
Aku ingin kamu,
Titik.


Kamis, 15 November 2012

"Galau"


Dan malam ini saya menyaksikan lagi kegalauan adik saya yang masih saja mengingat mantan kekasihnya meski mereka sudah lama putus.

Galau...lagi lagi dia galau. 
Saya tau ada banyak harapan yang tidak pernah tersampaikan, yang pada akhirnya mewujud jadi sebuah kegalauan.

Saya pun sebenarnya juga begitu..

Masih saja mengingat – ingat orang lama yang sempat mampir dalam hidup saya, meski hadirnya cuma sebentar. 
Nyatanya Dia cukup membekas di ingatan saya.


Tapi saya toh tidak boleh terlalu banyak menaruh harapan.

Saya tidak boleh terlalu mendramatisir kegalauan.

Sebab seperti semestinya saya sadar, statusnya adalah jurang pemisah yang membuat saya tidak mampu untuk terus bersama dia.

Besok..hitungan satu tahun dalam kalender ingatan saya.

 Hari dimana saya akan melakukan perjalanan lagi, ketempat yang sama. 

Seperti yang pernah saya lakukan bersama dia di tahun lalu.

Tahun ini, saya akan pergi ke tempat itu lagi.

Sekaligus untuk mengingat kembali potongan – potongan kenangan yang dulu sempat ada dan terjadi di sana, meski  kini sudah selesai..

Saya juga ingin mengembalikan bunga..
 yang dulu sempat saya curi darinya, dari tempat itu juga.

Bunga yang terus saya simpan hingga ia layu dan kecoklatan.



Mungkin sepatutnya rasa saya pun seperti bunga itu..

Saya harus membuat rasa saya layu dan mati dengan sendirinya, barulah kemudian saya bisa membuangnya jauh – jauh.

Untuk menemukan rasa yang baru lagi, 

dengan orang yang lain lagi, lain kali.


Semangat Move on!!! Buang galau jauh jauh !!! ^_^v

Maaf di Tahun Baru


Maaf, satu kata singkat..yang mudah diutarakan, tapi nyatanya sulit untuk dilakukan. Entah itu memberi maaf, atau meminta maaf.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan adik memiliki sedikit masalah yang saya posting di ‘ Nelangsa’.

Tadi malam, salah seorang dari mereka bertandang ke kos saya ( kos lama, kami tidak jadi pindah ) untuk meminta maaf.

Dia menyampaikan alasan – alasan terkait perlakuan mereka beberapa waktu terakhir.

Saya menghargai niat baiknya datang dan meminta maaf.

Meski sebenarnya, saya hanya belajar untuk ikhlas dan memaafkan.

Saya bukan malaikat, Sakit yang tertinggal di hati saya masih tersisa, belum hilang benar.

Saya hanya belajar untuk tidak menaruh dendam,.. Saya hanya ingin jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Sementara adik, entahlah... saya membiarkan dia larut dalam pikirannya sendiri untuk saat ini.

 Biar nanti seiring usia, dia akan mengerti dan memahami semuanya.

Berikan tempat yang baik bagi kami Tuhan..berikan keluasan Nikmat- Mu pada kami.. 

Sesungguhnya kami hanya manusia biasa, yang belajar ikhlas menerima semua karena – Mu.

Ampuni semua salah kami Tuhan...hanya kepada- Mu nyatanya kami serahkan semua kepasrahan hidup.

Selamat Tahun Baru Islam! Semoga Allah menyertai semua langkah kita..

semoga Allah memberikan nikmat yang berlimpah di tahun depan.. 

Semoga Allah mengabulkan semua doa, semoga damai hidup dalam setiap hati umat – Nya.

^_^


Rabu, 14 November 2012

Tentang Jarak,


Jika di tanya seberapa besar rasa itu?
Saya tidak tau... sayapun tidak pernah mencoba menghitungnya.
Yang saya tau adalah bahwa entah mengapa perasaan menjadi tak menentu setiap kali saya berhadapan dengan dia.
Yang saya tau saya tampak begitu melankolis setiap bercerita tentangnya.

Saya ingin lupa, tentang bagaimana wajahnya, caranya berbicara, caranya memaki.
Tentang perhatiannya, tentang gurauannya, tentang ocehannya, ejekannya kepada saya.
Tentang kejengkelannya setiap kali saya memaksanya menemani saya menyelesaikan keperluan saya.


Betapa semuanya terasa hambar sekarang.
Terasa hambar sebab saya merasakan kehilangan.

Lalu setiap kali saya tampak  seperti orang bodoh, selalu memeriksa handphone saya, berharap kalau – kalau ada sebuah pesan singkat darinya.

Tapi pesan itu tidak pernah ada. Tidak ada,
Dan tidak mungkin ada lagi, sekarang.

Kami sudah membuat jarak, jarak yang tidak boleh saya ingkari. Jarak yang mengharuskan saya pergi dari hidupnya, agar dia lebih bahagia. Dan saya tidak lagi terluka.

Jarak yang memberatkan, meski terkadang menentramkan bagi hati saya yang cemburu. 

Jarak yang membuat saya paham, betapa dia sudah mengambil alih banyak hal, dalam hati saya.

Dipenuhi Rasa Kepadanya.


Dan siang tadi, lagi – lagi saya bermimpi tentang dia...
Ckckckck...Betapa hebatnya dia, sampai masuk ke alam bawah sadar saya.

Bermimpi tentang dia membuat saya seperti tidak mau lagi untuk bangun.
Di mimpi saya, saya dan dia sedang dalam sebuah perjalanan ke suatu tempat. Pada momen itu, dia menyatakan perasaannya pada saya. Saya bingung, bukankah dia sudah punya seseorang?
Saya pun menanyakan itu padanya. Lalu dia bilang bahwa dia akan memutuskan pacarnya jika saya mau menerimanya.
Dalam mimpi pun perasaan saya jadi hangat sekali. Rasanya bahagia..
Dia baru akan menggenggam tangan saya ketika tiba – tiba saya terbangun.

Betapa bencinya saya ketika saya menyadari kalau semua itu Cuma mimpi..
Yah...Bagaimanapun juga, saya harus mengaku kalau masih banyak rasa yang saya tinggalkan untuknya.

Saya masih sulit untuk menerima orang lain selain dia sekalipun saya sudah sangat mencoba untuk itu.
Ah...
Andai saja waktu itu dia memilih saya,
Seandainya saya lebih berharga baginya ketimbang gadis itu...
Seandainya amor selalu berpihak pada saya,
Seandainya kisah cinta saya bisa seindah orang – orang...

Atau setidaknya, biarkanlah  saja saya memilikinya, sekedar dalam mimpi  pun tak apa.
^_^


Buat Kamu


Apakah sebesar itu kerinduanmu?

Nyatanya aku takut,

Padamu? Bukan!

Aku tak kuat menanggung rindu itu..

Ia bahkan terasa memberatkan, bagiku yang terlalu cinta kebebasan.


Lalu aku tau, didalam rindu – rindu itu hanya ada kamu,

Kamu yang kaku terhadap inginmu sendiri.

Tidakkah cinta milik bersama?
Jangan paksakan padaku jika aku tidak mau!

Aku mencintai hatiku, menyayangi rinduku,

Seperti setiap nafasku nanti,
akan kuberikan sepenuh – penuhnya kepada  pemilik cinta.

Maaf, bukan kamu.

Tapi terimakasih, untuk hari – hari berharga saat lelah melanda,

Kamu teman, baik.

Selasa, 13 November 2012

" Jempol Kejujuran "


Hari ini saya menerima permintaan pertemanan di facebook dari seseorang. Orang tersebut kebetulan mengikuti ajang kepenulisan puisi secara online seperti saya juga.

Dia mengirimkan pesan kepada saya untuk me- like puisi di note nya.

Lalu saya menolak dan berargumen bahwa sebagai penulis, kita sudah tidak jujur kalau kita meminta orang lain untuk me – like karya kita.

Kemudian dia menyampaikan argumen nya seperti untuk alasan promosi dan sebagainya. Dia juga tampak sedikit emosi dan mulai menjabarkan kelebihan – kelebihannya di bidang kepenulisan yang sudah jauh di atas saya.

Saya? tidak terlalu peduli.

Karna terlepas dari segala macam alasan apapun, saya beranggapan bahwa meminta orang lain secara sedikit memaksa untuk me- like karya kita adalah sama dengan tidak jujur dengan diri kita sendiri.

Sebagai penulis, sudah seharusnya kita jujur pada karya kita sendiri tho? Kalau banyak yang like, ya berarti karya kita memang bagus di mata pembaca. Kalau gak ada yang like, artinya karya kita jelek.

Setidaknya dengan begitu, bisa menjadi masukan bagi kita untuk memperbaiki karya kita di masa mendatang kan? Kalau menyuruh orang lain me – like karya kita di note dengan alasan sekalian promosi, saya pikir bukankah ada fasilitas ‘ tag’ pada note? Tentu saja itu bisa kita gunakan untuk mempromosikan karya kita.

Sekali lagi, saya tidak peduli dengan berbagai dalil yang digunakan orang lain untuk membenarkan tindakan ‘menyuruh orang me- like’. 
Sebab sebagai orang yang mencintai sastra, saya ingin karya saya benar – benar dihargai karena kualitas. Saya ingin karya saya menang karna karya saya memang bagus, bukan karena mengemis banyak jempol dari orang – orang.

Semoga impian saya cepat terwujudkan, amin! ^_^v