Bahkan hati tidak pernah membutuhkan logika untuk memahami rasa.
Kebanyakan orang memahami cinta sebagai ilusi, yang pada akhirnya berubah menjadi obsesi (kutipan film korea).
Kadang hati memang suka membuat dunianya sendiri,
dunia untuk melindungi rasanya agar tidak tersakiti.
Walaupun itu juga berarti membohongi diri sendiri.
Misalnya saja dengan berpikir, "dia menyukaiku hanya saja tidak memungkinkan bagi kami untuk bersama maka dia memilih menjauh"..
Percayalah, seseorang yang meyakini rasanya untuk kamu, tidak akan pernah memilih untuk pergi menjauh.
Kecuali dia memang tidak benar - benar memikirkanmu.
Ketika logikamu berpikir mengenai apa yang aku tulis, sungguh logika akan menggangguk setuju.
Tapi hatimu pasti berontak.
Tentu saja, seringkali kenyataan banyak melukai hati.
Tapi... ada baiknya untuk hati tahu diri.
Ada baiknya hati mengerti, dimana posisi dia berdiri.
Bukankah pada akhirnya hati akan terluka jika terus - terusan menikmati ilusi?
Hati itu cuma satu, ajarilah dia untuk punya otak.
Jangan cuma menari - nari lugu pada harapan yang retak.
Ajarilah hati menyimpan rasa yang masuk akal,
setidaknya dengan begitu ... luka hati tidak akan bertambah banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar