Kepada Tuan E.D
Tuan.. bagaimana kabar tuan? Apa tuan
masih kesepian, selepas ditinggal nyonya, bersuami lagi?
Tuan E.D, saya tahu tuan begitu
kesepian. Mengapa tuan mengaku begitu kuat, tuan terlihat menyedihkan tahu?
Tuan mencoba mencari penghiburan
dengan wanita – wanita disimpang jalan. Tuan tahu? Itu hanya akan melelahkan
tuan. Kaki itu akan pegal, berjalan kesana – kemari tanpa tujuan.
Tuan E.D, jika tuan masih
mengharapkan nyonya.. mengapa tak tuan kejar saja dia?
Jika Tuan yakin bahwa nyonya
adalah pilihan terbaik, mengapa tak tuan nantikan dia?
Mengapa tuan berkeliling saja?
Tuan terlihat linglung, Tuan
tahu?
Tuan tampak begitu bingung..
Tuan E.D.. kata orang bijak,
jodoh harus ditangkap, baru bisa menjadi takdir.
Jika tuan merasa hampa saat
nyonya tiada.. Mengapa tak tuan segerakan saja untuk kembali padanya?
Percayalah Tuan E.D .. cinta itu
selalu membahagiakan.
Jika kebahagiaan tuan ada pada
nyonya, mengapa tak digapai saja? Mengapa harus meratap lama?
Mungkin nyonya memang milik tuan
semata, lelaki itu hanya meminjam sebentar saja.
Kembali, jika memang disana rumah Tuan.
Saya ingin melihat tuan berbahagia. Bersama jodoh tuan, tentu saja.
#salam saya, pengobat luka.
#salam saya, pengobat luka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar