Selasa, 24 September 2013

Lelaki yang tidak begitu baik itu..

Tuhan.. bagaimana bisa Engkau membiarkan seseorang yang tidak begitu baik, untuk berdiam terlalu lama dalam pikiranku?
Ini mungkin terlalu lama, Tuhan.

Aku tidak tahu mengapa Engkau membiarkannya terlalu  lama hidup dalam kepalaku.
Sedang bersamanya saja aku kerap merasa takut.

Dia bukanlah orang yang bisa menjagaku tetap dalam kebaikan. Dia mungkin orang yang terlalu mencintai kebebasan. Dan bagaimana bisa dia mampu menjadi imam yang baik buatku kelak?

Tuhan.. mengapa Engkau menyimpannya terlalu lama dalam diriku? Siapakah dia kelak untuk hidupku?

Sungguh Tuhan.. aku hanya menginginkan sebuah jalan yang benar. Aku selalu percaya bahwa apa yang diawali dan dijalani dengan baik, akan berakhir dengan baik juga.

Aku tidak ingin menenggelamkan diriku dalam kehidupan muda mudi masa kini yang begitu mesra.
Entah mengapa aku tidak terlalu menginginkan itu.

Apa aku terlalu konservatif ya Tuhan? Apa aku ketinggalan jaman?

Engkau tahu? Ah.. Engkau tentu tahu. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat menginginkan jalan yang suci itu.

Sebuah pertemanan saja, pengenalan yang natural dan berbatas. Lalu berakhir dengan ikatan yang baik. Yang Engkau ridhoi.

Tapi.. bagaimana aku bisa menjalankan itu? Jaman mungkin tidak mendukung.

Tuhan.. Engkau tentu tahu, aku sangat ingin menjadi yang terbaik buat jodohku kelak.

Bisakah aku menikmati pacaranku setelah menikah? Bisakah aku memperoleh jodoh yang baik kelak?

Engkau tentu tahu.. betapa aku menginginkan imam yang baik untuk anak – anakku kelak. Meski tentu tidak sempurna, namun aku berharap setidaknya dia mau dan mampu menegakkan sholatnya. Menyempat – nyempatkan diri mengingatMu sekalipun sibuk.
Aku tidak meminta yang terlalu sempurna Tuhan, sebab aku pun penuh cela. Engkau Maha Tahu segala dosa yang pernah kulakukan. Aku tidak berhak meminta yang sempurna Tuhan

Tapi mengapa Engkau biarkan dia berdiam dikepalaku terlalu lama? Lelaki yang tidak begitu baik itu, siapakah dia untuk hidupku kelak?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar