Tuhan.. bagaimana bisa Engkau
membiarkan seseorang yang tidak begitu baik, untuk berdiam terlalu lama dalam
pikiranku?
Ini mungkin terlalu lama, Tuhan.
Aku tidak tahu mengapa Engkau
membiarkannya terlalu lama hidup dalam
kepalaku.
Sedang bersamanya saja aku kerap merasa
takut.
Dia bukanlah orang yang bisa
menjagaku tetap dalam kebaikan. Dia mungkin orang yang terlalu mencintai
kebebasan. Dan bagaimana bisa dia mampu menjadi imam yang baik buatku kelak?
Tuhan.. mengapa Engkau
menyimpannya terlalu lama dalam diriku? Siapakah dia kelak untuk hidupku?
Sungguh Tuhan.. aku hanya
menginginkan sebuah jalan yang benar. Aku selalu percaya bahwa apa yang diawali
dan dijalani dengan baik, akan berakhir dengan baik juga.
Aku tidak ingin menenggelamkan
diriku dalam kehidupan muda mudi masa kini yang begitu mesra.
Entah mengapa aku tidak terlalu
menginginkan itu.
Apa aku terlalu konservatif ya
Tuhan? Apa aku ketinggalan jaman?
Engkau tahu? Ah.. Engkau tentu
tahu. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat menginginkan jalan yang suci itu.
Sebuah pertemanan saja, pengenalan
yang natural dan berbatas. Lalu berakhir dengan ikatan yang baik. Yang Engkau
ridhoi.
Tapi.. bagaimana aku bisa
menjalankan itu? Jaman mungkin tidak mendukung.
Tuhan.. Engkau tentu tahu, aku
sangat ingin menjadi yang terbaik buat jodohku kelak.
Bisakah aku menikmati pacaranku
setelah menikah? Bisakah aku memperoleh jodoh yang baik kelak?
Engkau tentu tahu.. betapa aku
menginginkan imam yang baik untuk anak – anakku kelak. Meski tentu tidak
sempurna, namun aku berharap setidaknya dia mau dan mampu menegakkan sholatnya.
Menyempat – nyempatkan diri mengingatMu sekalipun sibuk.
Aku tidak meminta yang terlalu sempurna
Tuhan, sebab aku pun penuh cela. Engkau Maha Tahu segala dosa yang pernah
kulakukan. Aku tidak berhak meminta yang sempurna Tuhan
Tapi mengapa Engkau biarkan dia
berdiam dikepalaku terlalu lama? Lelaki yang tidak begitu baik itu, siapakah
dia untuk hidupku kelak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar