Jumat, 20 September 2013

Hari Jumat KLIWON!!!

Kejadian spektakuler 1 :

Ketika suapan terakhir nasi goreng berhasil masuk ke dalam perutku, tiba – tiba saja tercium bau yang tidak sedap. Hidung kami langsung mengendus – endus dengan saksama.

“ Kayak bau tai kucing ya..,” kata teman kosku buka suara.
Aku langsung berusaha mencari sumber bau. Sepertinya bau itu berasal dari pintu depan. Dan ketika pintu kosan kubuka, benar saja. Seonggok tai kucing berukuran cukup besar, bertengger manis tepat di depan pintu masuk.


Refleks, aku berteriak dan berlari ke kamar. Berharap ada diantara adikku atau temanku itu yang mau membersihkan kotoran tersebut. Tapi ternyata... keduanya justru berlari menyusulku. Tidak ada yang mau mengalah untuk bersih - bersih.


Setelah melewati perdebatan yang cukup alot, pada akhirnya dengan berat hati aku terpaksa mengalah. Berjalan gontai menuju pintu depan. Berbekal masker yang sudah diseprot parfum, air satu ember serta gayung, kubersihkan juga tai kucing tersebut sambil berpikir :


‘Betapa busuknya kucing yang sudah tega mengeluarkan eeknya didepan rumah kami, betapa hinanya kosan kami sampai dijadikan tempat pembuangan eek oleh dia”.

Sungguh, kejadian ini menyebalkan sekali!


Kejadian spektakuler 2:

Ketika waktu mulai menunjukkan hampir tengah malam, kami beranjak tidur. Hujan deras diluar, menambah lelap tidur kami.
*Kupikir, tidak akan ada lagi momen sial lainnya setelah insiden ‘tai kucing’ tadi malam.

Nyatanya.. sekitar pukul empat subuh, teman kos membangunkanku.

“ Ra.. aku gak ngompol lho.. tapi kasur aku basah,” katanya dengan wajah memelas.
Aku yang sudah menduga pasti terjadi sesuatu yang tidak beres, lebih memilih berkata dengan santai,

“ Tidur lagi aja.. ,” kataku sambil menutup wajah dengan bantal lalu melanjutkan tidur.

Pukul lima lewat sepuluh menit, alarm handphoneku berbunyi. Aku segera bangkit dan melemparkan selimut basah yang menyelimuti tubuh.

Waktunya mengepel, KOSAN KAMI BANJIR!!

Aku langsung mengambil ember dan kain pel, sibuk meraup sejumlah air yang terus saja mengalir tanpa henti ke tiap – tiap sudut lantai kosan.

Teman kosku kemudian bangun dan ikut membantu mengeringkan air yang menggenang.
Kulihat sejumlah pakaian bersih (belum sempat dilipat) dilantai sudah basah kuyup. Aku mendengus geli.

“ Ra.. kok masih bisa tidur, padahal kasur sama baju kamu udah basah banget lho?,” kata temanku sambil tertawa.
“ Pengennya pura – pura gak sadar sih, pura – pura banjirnya cuma mimpi. Tapi makin dibawa tidur kok malah makin dingin.. hahaha. Terpaksa deh bangun,” jawabku juga sambil tertawa.


Dari waktu subuh sampai beberapa jam berikutnya, kami sibuk mengepel, menjemur kasur, menjemur baju, menjemur buku, serta benda – benda lain yang ikut terkena air banjir hasil hujan semalam.

                Aku tidak menyangka bahwa hari jumat kami diminggu ini diwarnai hal – hal yang tidak terduga. Sejujurnya setelah tiga tahun mendiami rumah ini, baru kali ini kami merasakan yang namanya ‘BANJIR’ dan juga tamu ‘TAI KUCING’. Apa ini tanda – tanda supaya kami segera cari rumah baru?hmmm...


Ketika aku menceritakan kedua momen tersebut sama teman kelas, respon mereka adalah
“ Gila Ra.. kamu kok nyantai banget sih jadi orang. Kalo misalnya tadi malem tu tsunami, pasti kamu mati duluan,. Udah tau banjir bukannya bangun, malah tidur lagi,”
Lagi – lagi, aku hanya menanggapi dengan tertawa geli.

*Ini Jumat Paling KLIWONNN... sepanjang hidup kami dikosan ini. hahaha




Tidak ada komentar:

Posting Komentar