Kamis, 15 Agustus 2013

Surat Buat Pangeran Tidur

Hola.. Pangeran Tidur.. apa kabar perahu mimpimu?
Apa kabar seragam kebesaranmu?
Apa kabar jam pagi dkepalamu? Masih tetap saat matahari di puncak kepala kah?



Aku ingin memberitahu.. pangeran ingat, sunset yang pangeran lukis saat senja di lo'nga?




Dewa buku menginginkan lukisan itu, tentu saja dengan sedikit torehan cerita dongeng dariku.
Aku tidak tahu apa aku berhak mengirimkannya pada dewa buku, tentu saja aku harus meminta persetujuanmu lebih dulu kan?
Ah.. sayang sekali mesin waktu sudah melemparkanku kembali ke duniaku, sulit untuk kembali lagi ke negerimu. Sulit untuk menyampaikan kabar ini langsung kepadamu. Padahal, mungkin kita bisa membuat lukisan dan dongeng yang lebih bagus lagi.


Hai pangeran tidur.. apa kabar malam dan kopi – kopi itu? Masih tetap lebih menarik bagimu, ketimbang beristirahat di kastil?


Apa kabar jalan – jalan negeri yang rapi?
Pangeran tahu? Aku masih sering ingat tentang jalan – jalan lenggang di pagi buta waktu itu.. Semuanya menyenangkan.



Dan Satu hal yang pasti..
Nangroe jadi terlihat lebih indah dan damai dari dua bola matamu. :D


Oh ya .. kapan pangeran mau mengirimkan undangan pernikahan dengan putri Nangroe yang jelita? Aku pasti kembali untuk itu.. kabari aku ya! aku tunggu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar