Sehubungan dengan kegiatan kewirausahaan, kami
memanfaatkan peluang yang ada di sekitar kami. Berbekal uang Rp 50.000 yang
merupakan modal yang diberikan oleh dosen pembimbing, kami mulai membuat usaha.
Usaha yang kami buat adalah berjualan keripik pisang. Hal ini kami pilih
sebagai usaha kami oleh karena secara kebetulan, dibelakang rumah salah satu
teman kami tersedia pohon pisang yang sudah berbuah sehingga ini menjadi
peluang besar bagi usaha kami.
Adapun uang Rp 50.000 tersebut kami jadikan modal untuk
membeli bahan – bahan olahan keripik pisang, yang kami jabarkan sebagai berikut
:
No
|
Bahan
|
Biaya
|
1
|
Minyak Goreng @Rp 13.000
|
Rp 26.000
|
2
|
Minyak Tanah @Rp 9.000
|
Rp 8.000
|
3
|
Royko @Rp 500
|
Rp 2.000
|
4
|
Bawang Putih
|
Rp 2.000
|
5
|
Lilin
|
Rp 1.500
|
6
|
Plastik @ Rp 1.500
|
Rp 4.500
|
7
|
Gula halus
|
Rp 6.000
|
Jumlah
|
Rp 50.000
|
Keripik yang mampu kami hasilkan adalah 94 bungkus
dengan harga perbungkus yaitu Rp 1.000. Varian keripik yang kami jual ada dua yaitu ; manis dan asin. Maka keuntungan yang kami
peroleh yaitu Rp 44.000. Namun bahan – bahan yang kami gunakan masih
bersisa seperti royko, bawang putih, lilin dan plastik, yang juga kami hitung
sebagai keuntungan karena masih bisa digunakan untuk bahan produksi
selanjutnya.
#nggak tahu apakah itu bisa disebut keuntungan atau enggak. Jelas - jelas pisangnya nggak beli, tapi untungnya cuma 44ribu. Agagagaggag. Nggak apa - apa lah ya! namanya juga belajar. hehe





Tidak ada komentar:
Posting Komentar