Seseorang lahir hari ini, dua
puluh tahun yang lalu.
Aku tidak berniat mengucapkan
selamat atau memberi kado seperti yang kulakukan di tahun kemarin. Tidak perlu.
Aku yakin dia juga tidak butuh ucapan selamat ataupun kado dariku.
Bukankah aku bukan siapa – siapa baginya?
Aku tidak penting, jadi aku tidak
perlu berusaha mementingkan diri di hadapannya.
Meski
jujur saja, aku masih sering mengingat dia setiap hari. Bahkan juga hari ini.
Entahlah.. aku selalu bilang kalau aku sudah sembuh dari sakit itu.
Nyatanya? Tetap saja aku tidak
kuat setiap kali tanpa sengaja berpapasan dengannya. Ada rasa sedih yang
langsung menyelubungi hatiku. Aneh.
Aku
tahu, dia tidak perlu tahu seberapa sering aku memikirkannya. Aku hanya butuh
dia tahu bahwa aku tidak lagi membutuhkannya, bahwa dia tidak bisa semena –
mena lagi terhadapku, bahwa aku tidak perlu lagi jadi Kakaknya yang paling
keren, bahwa tentu saja aku bisa bertahan sekalipun tanpa dia.
Hari
ini usianya dua puluh tahun. Hmm..aku hanya berdoa kepada Tuhan, semoga dia
mendapatkan segala yang terbaik. Semoga dia tidak terus – terusan mencari
alasan untuk malas kuliah, Semoga dia tidak merindukanku ( hahaha! Lucu sekali!
),
Semoga dia bisa memilih jaket yang lebih keren ( selera pakaiannya buruk ).
Semoga suatu hari dia mendapatkan
jodoh terbaik.
Dan kuharap jodoh terbaiknya
bukan gadis itu ( aku jahat sekali! Hahaha)
Selamat Ulang Tahun ya! Maaf
tidak bisa memberimu kado. Padahal aku sangat tertarik untuk mencarikan kemeja
baru,
Kalau saja hubungan kita masih
sebaik dulu. Dan..kalau saja kamu tidak bersama gadis itu.
Aku tentu akan sukarela melakukan
semuanya, tanpa beban perasaan.
Yah.. kuharap ini takdir terbaik.
Selamat bersenang – senang! Tuhan
menyertaimu! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar