Senin, 29 April 2013

Be a Writer


Kalau novelku ditolak lagi, aku pasti akan sedih sekali.

Kamu tahu, sudah berapa lama aku menginginkan untuk menerbitkan sebuah buku?

Tepatnya  Sudah sejak delapan tahun yang lalu!Jarimu masih cukup kan, untuk menghitung?

Ya.. sudah sejak kelas dua SMP, aku belajar menulis novel.
Meski sayang sekali pada saat itu, novelku belum juga menunjukkan tanda – tanda rampung.
Salahku sendiri sih, selalu berganti – ganti ide cerita. Tidak pernah fokus.

Tapi bersamaan dengan itu, aku banyak membaca buku tentang teknik mengarang. Aku sadar aku butuh banyak belajar agar novelku benar – benar bisa tercipta.

 Akhirnya di kelas dua SMA ( tiga tahun kemudian ) perjuanganku menunjukkan titik terang.
Pada waktu itu, cerpenku yang berjudul ‘ I love U Kartini!’ berhasil di muat di salah satu majalah ibukota yaitu ‘ KerenBeken ‘.

Kalau tidak salah, waktu itu tahun 2008. Tak terungkapkan bagaimana bahagianya aku saat itu. Hal itu juga yang membuatku semakin semangat untuk menyelesaikan sebuah novel.

Di kelas tiga SMA, selepas ujian nasional. Aku begitu bersemangat mengirimkan novelku. Judulnya ‘Opelet’. Novel pertamaku setelah bertahun – tahun belajar membuatnya.

Tiga bulan aku menunggu keputusan dari penerbit. Suatu hari keputusan itu datang, keputusan yang membuatku sedih. Novelku ditolak.

Kesedihanku hanya berlangsung beberapa hari. Hei! Impianku itu terlalu besar. Penolakan satu kali tidak akan membuatku menyerah!

Lagipula aku sadar, kalau novelku belum diterbitkan itu artinya novelku memang belum layak terbit.

Maka beberapa tahun setelah penolakan itu, aku terus belajar. Mencari tahu apa – apa saja yang dibutuhkan dalam menulis. Aku rajin membaca tips – tips menulis di internet, rajin membuka tweet Raditya Dika serta blog pribadinya ( dia cukup sering memposting tentang tips – tips menulis). Terus ...mencari tahu.


Setelah proses yang cukup panjang itu, bulan lalu aku mengirimkan novelku yang kedua.

Novel kedua setelah hampir tiga tahun penuh berkutat dengan pembelajaran – pembelajaran tentang menulis.
Novel yang berjudul ‘ Pelangi Sepelas Hujan ‘, kukirimkan ke redaksi ‘Bukune’. 

Mengikutsertakannya dalam sebuah even menulis.

Setelah membaca perjuanganku, apakah kalian pikir aku cukup layak untuk mendapatkan hasilnya?

Apakah perjuanganku sudah cukup gigih wahai pembaca?

Sekarang, tepatnya satu setengah bulan setelah novelku yang kedua kukirimkan. Aku membuat novel lagi. Sudah rampung. Judulnya ‘ Jika Saja Kau Memilihku’.

Insyaallah aku akan mengirimkannya awal bulan depan.

Aku sangat berharap, Tuhan mau mengabulkan impianku itu. Penantian dan perjuangan yang kulakukan, kurasa cukup setimpal dengan apa yang aku inginkan.
Insyaallah.

Tentu saja, sampai sekarang pun aku masih terus belajar menulis. Seperti memposting cerita – cerita di blog ini.

Jika kalian pikir aku layak mendapatkan mimpiku, mohon bantu doakan aku ya!

Kalau kali ini novelku ditolak lagi, kesedihanku pasti berlipat ganda.

Aku butuh untuk menerbitkan novel itu, agar aku lebih bersemangat dalam menulis.

Tapi jika Tuhan belum mau mengabulkan doaku....tentu saja, aku tidak akan berhenti!
Aku akan terus menulis, sampai buku – buku ku benar – benar diterbitkan, sampai buku – bukuku banyak berjejer di etalase toko buku.

I believe my dream!

Selalu percaya kata – kata Agnes:
Dream, Believe, and Make it Happen!


Aku yakin, suatu hari impian itu pasti akan tercapai.

Hanya butuh waktu, hanya butuh sedikti waktu!

Ganbatte!  :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar