Kalau novelku ditolak lagi, aku
pasti akan sedih sekali.
Kamu tahu, sudah berapa lama aku
menginginkan untuk menerbitkan sebuah buku?
Tepatnya Sudah sejak delapan tahun yang lalu!Jarimu
masih cukup kan, untuk menghitung?
Ya.. sudah sejak kelas dua SMP,
aku belajar menulis novel.
Meski sayang sekali pada saat itu,
novelku belum juga menunjukkan tanda – tanda rampung.
Salahku sendiri sih, selalu
berganti – ganti ide cerita. Tidak pernah fokus.
Tapi bersamaan dengan itu, aku
banyak membaca buku tentang teknik mengarang. Aku sadar aku butuh banyak
belajar agar novelku benar – benar bisa tercipta.
Akhirnya di kelas dua SMA ( tiga tahun
kemudian ) perjuanganku menunjukkan titik terang.
Pada waktu itu, cerpenku yang
berjudul ‘ I love U Kartini!’ berhasil di muat di salah satu majalah ibukota
yaitu ‘ KerenBeken ‘.
Kalau tidak salah, waktu itu
tahun 2008. Tak terungkapkan bagaimana bahagianya aku saat itu. Hal itu juga
yang membuatku semakin semangat untuk menyelesaikan sebuah novel.
Di kelas tiga SMA, selepas ujian
nasional. Aku begitu bersemangat mengirimkan novelku. Judulnya ‘Opelet’. Novel
pertamaku setelah bertahun – tahun belajar membuatnya.
Tiga bulan aku menunggu keputusan
dari penerbit. Suatu hari keputusan itu datang, keputusan yang membuatku sedih.
Novelku ditolak.
Kesedihanku hanya berlangsung
beberapa hari. Hei! Impianku itu terlalu besar. Penolakan satu kali tidak akan
membuatku menyerah!
Lagipula aku sadar, kalau novelku
belum diterbitkan itu artinya novelku memang belum layak terbit.
Maka beberapa tahun setelah
penolakan itu, aku terus belajar. Mencari tahu apa – apa saja yang dibutuhkan
dalam menulis. Aku rajin membaca tips – tips menulis di internet, rajin membuka
tweet Raditya Dika serta blog pribadinya ( dia cukup sering memposting tentang
tips – tips menulis). Terus ...mencari tahu.
Setelah proses yang cukup panjang
itu, bulan lalu aku mengirimkan novelku yang kedua.
Novel kedua setelah hampir tiga
tahun penuh berkutat dengan pembelajaran – pembelajaran tentang menulis.
Novel yang berjudul ‘ Pelangi
Sepelas Hujan ‘, kukirimkan ke redaksi ‘Bukune’.
Mengikutsertakannya dalam
sebuah even menulis.
Setelah membaca perjuanganku,
apakah kalian pikir aku cukup layak untuk mendapatkan hasilnya?
Apakah perjuanganku sudah cukup
gigih wahai pembaca?
Sekarang, tepatnya satu setengah
bulan setelah novelku yang kedua kukirimkan. Aku membuat novel lagi. Sudah
rampung. Judulnya ‘ Jika Saja Kau Memilihku’.
Insyaallah aku akan
mengirimkannya awal bulan depan.
Aku sangat berharap, Tuhan mau
mengabulkan impianku itu. Penantian dan perjuangan yang kulakukan, kurasa cukup
setimpal dengan apa yang aku inginkan.
Insyaallah.
Tentu saja, sampai sekarang pun
aku masih terus belajar menulis. Seperti memposting cerita – cerita di blog
ini.
Jika kalian pikir aku layak
mendapatkan mimpiku, mohon bantu doakan aku ya!
Kalau kali ini novelku ditolak
lagi, kesedihanku pasti berlipat ganda.
Aku butuh untuk menerbitkan novel
itu, agar aku lebih bersemangat dalam menulis.
Tapi jika Tuhan belum mau
mengabulkan doaku....tentu saja, aku tidak akan berhenti!
Aku akan terus menulis, sampai
buku – buku ku benar – benar diterbitkan, sampai buku – bukuku banyak berjejer
di etalase toko buku.
I believe my dream!
Selalu percaya kata – kata Agnes:
Dream, Believe, and Make it
Happen!
Aku yakin, suatu hari impian itu
pasti akan tercapai.
Hanya butuh waktu, hanya butuh
sedikti waktu!
Ganbatte! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar