Selamat pagi!
Apa yang kalian rencanakan hari
ini? Ngumpulin tugas? Jalan – jalan ? atau menghabiskan uang?
Ada hal yang menarik perhatianku
akhir – akhir ini. Sepertinya cocok buat dijadikan bahan pertimbangan dalam
mendidik anak –anak.
Aku cerita sedikit ya.
Aku kenal sama seorang teman laki
– laki. Dia berasal dari keluarga berada.
Mungkin sejak kecil, dia biasa
mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan tanpa merasa perlu berusaha keras.
Hasilnya, sampai usianya 21 tahun seperti sekarang, dia tetap santai dalam
menjalani hidup. Masih terlalu hedon. Dan seperti tidak punya target masa depan
yang ingin dicapai.
Aku bahkan tidak yakin apakah dia
punya mimpi atau keinginan terbesar dalam hidup.
Intinya, kalau kulihat – lihat,
kesibukannya kuliah di luar kota terlalu banyak diisi dengan jalan – jalan bareng
pacar, atau nongkrong sama teman – teman.
Jadi..
sebenarnya gaya hidup seperti itu tidak perlu dipermasalahkan, selagi.. kita
tahu arah tujuan yang mau kita capai pada suatu titik. Kita tidak mungkin kan terus
– terusan santai? Ketika semua orang sudah berlari, masa kita masih merangkak?
Kalau begitu caranya, kita bisa
saja ketinggalan jauh....
Satu
hal sih yang bisa kusimpulkan.
Mungkin bukan pilihan yang baik
bagi orangtua yag berada, untuk memberikan segala keinginan anak dengan mudah.
Hal itu Cuma akan membentuk mental pemalas dalam diri anak. Anak jadi tidak
suka bermimpi, tidak terasah untuk berusaha mewujudkan keinginannya. Karena
apa? segala sesuatu yang dia inginkan sudah tersedia. Jadi dia merasa tidak perlu
lagi berusaha.
Seperti juga salah satu kakak
tingkatku di kampus. Laki – laki. Sekarang dia sudah menginjak semester 14.
Miris sekali ketika kemarin kosannya kemalingan dan leptop Kakak itu pun dibawa
pencuri. Semua file skripsinya lenyap.
Kamu tahu apa yang kurasakan saat
mendengar kejadian itu? Aku tidak merasa kasihan.
Aku hanya menyayangkan. Kemana
saja dia selama 6,5 tahun sebelum kejadian itu?
Apa saja yang dia lakukan sampai –
sampai baru mengerjakan skripsi di semester 14?
Bukankah dia terlalu santai?
Memang sih, orangtuanya punya kebun dimana – mana.
Tapi kita juga perlu berusaha
untuk diri sendiri toh? Lagipula.. apa tidak sia – sia , kuliah tujuh tahun..
merantau, pulang bahkan tidak bisa bawa ijazah?
Yah...
Orang – orang sering bilang,
didunia ini tidak ada yang sia – sia. Tapi kita juga tidak perlu buang – buang waktu
kan?
Poin penting dari Dyan Nuranindya
( Penulis ) : ‘Dunia itu letaknya di tangan, bukan di hati ‘.
Masa depan itu punya kita
sendiri, selagi kita mau berusaha. Tidak ada yang tidak mungkin. Insyaallah.
Semangat ya!! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar