Rabu, 10 April 2013

Ganbatte!


Selamat pagi!
Apa yang kalian rencanakan hari ini? Ngumpulin tugas? Jalan – jalan ? atau menghabiskan uang?
Ada hal yang menarik perhatianku akhir – akhir ini. Sepertinya cocok buat dijadikan bahan pertimbangan dalam mendidik anak –anak.
Aku cerita sedikit ya.
Aku kenal sama seorang teman laki – laki. Dia berasal dari keluarga berada.
Mungkin sejak kecil, dia biasa mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan tanpa merasa perlu berusaha keras. Hasilnya, sampai usianya 21 tahun seperti sekarang, dia tetap santai dalam menjalani hidup. Masih terlalu hedon. Dan seperti tidak punya target masa depan yang ingin dicapai.
Aku bahkan tidak yakin apakah dia punya mimpi atau keinginan terbesar dalam hidup.
Intinya, kalau kulihat – lihat, kesibukannya kuliah di luar kota terlalu banyak diisi dengan jalan – jalan bareng pacar, atau nongkrong sama teman – teman.
                Jadi.. sebenarnya gaya hidup seperti itu tidak perlu dipermasalahkan, selagi.. kita tahu arah tujuan yang mau kita capai pada suatu titik. Kita tidak mungkin kan terus – terusan santai? Ketika semua orang sudah berlari, masa kita masih merangkak?
Kalau begitu caranya, kita bisa saja ketinggalan jauh....
                Satu hal sih yang bisa kusimpulkan.
Mungkin bukan pilihan yang baik bagi orangtua yag berada, untuk memberikan segala keinginan anak dengan mudah. Hal itu Cuma akan membentuk mental pemalas dalam diri anak. Anak jadi tidak suka bermimpi, tidak terasah untuk berusaha mewujudkan keinginannya. Karena apa? segala sesuatu yang dia inginkan sudah tersedia. Jadi dia merasa tidak perlu lagi berusaha.
Seperti juga salah satu kakak tingkatku di kampus. Laki – laki. Sekarang dia sudah menginjak semester 14. Miris sekali ketika kemarin kosannya kemalingan dan leptop Kakak itu pun dibawa pencuri. Semua file skripsinya lenyap.
Kamu tahu apa yang kurasakan saat mendengar kejadian itu? Aku tidak merasa kasihan.
Aku hanya menyayangkan. Kemana saja dia selama 6,5 tahun sebelum kejadian itu?
Apa saja yang dia lakukan sampai – sampai baru mengerjakan skripsi di semester 14?
Bukankah dia terlalu santai? Memang sih, orangtuanya punya kebun dimana – mana.
Tapi kita juga perlu berusaha untuk diri sendiri toh? Lagipula.. apa tidak sia – sia , kuliah tujuh tahun.. merantau, pulang bahkan tidak bisa bawa ijazah?
Yah...
Orang – orang sering bilang, didunia ini tidak ada yang sia – sia. Tapi kita juga tidak perlu buang – buang waktu kan?
Poin penting dari Dyan Nuranindya ( Penulis ) : ‘Dunia itu letaknya di tangan, bukan di hati ‘.
Masa depan itu punya kita sendiri, selagi kita mau berusaha. Tidak ada yang tidak mungkin. Insyaallah. Semangat ya!!  :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar