Kamis, 05 Desember 2013

Pagi, Tuan E.D

Benar sekali.

Berharap kamu berubah, lalu meninggalkan kebebasanmu dalam 'pacaran', itu sepertinya hal yang mustahil.


Aku ingat, kamu selalu bilang bahwa debaran rasa akan lebih menggila ketika dua orang yang berpacaran saling menyentuh.
Kapan pikiran kotor itu bisa segera bersih, Mas?

Bukankah Tuhan kita tidak pernah menganjurkan kita untuk bersenang - senang secara tidak halal seperti itu?

Kamu selalu bilang kalau lebih baik jujur mengenai hal - hal seperti itu, daripada menjadi orang munafik yang berusaha mengekang nafsu.

Mengapa pikiranmu harus seperti itu?

Kita tentu sudah sama - sama punya banyak dosa, mengapa harus kita tambah lagi?


Allah kita tidak pernah mengajurkan perbuatanmu itu. Kamu tahu itu haram kan?
Dan aku tidak pernah tahu, berapa banyak wanita yang sudah kamu cicipi di luar sana.


Ah.. andai saja kamu tahu. Betapa aku menyayangimu.. Sungguh berharap kamu bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga kita nanti.

Tapi sejauh ini aku pun sadar, toh alasan kita berpisah karena aku tidak suka dengan segala sentuhan itu sedang kamu menuntut.

Sekian hari aku pun mengerti, mungkin kamu bukan imam bagi 'kami'.

Tapi sungguh, aku sangat berharap Allah meneteskan hidayah dalam hatimu.

Membuatmu lebih menghargai kesucian dirimu sendiri, membuatmu lebih menghargai tubuh - tubuh para wanita yang tidak seharusnya kamu gerayangi.


Selalu berharap Allah menyertai setiap langkahmu, Mas..

Berdoa semoga Allah menyegerakan segala yang terbaik untukmu.

Terus mendoakanmu dari sini. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar