Barusan jam sebelas siang tadi, aku jalan ke Dinas Kehutanan, wawancara dikit sama Pak Arwindo tentang Rehabilitasi Hutan dan Lahan dalam rangka skripsi.
Lucu sih, tiba - tiba pas baru nyampe langsung diomongin sama Ibu Uni..
" Ini nih Pak.. kalo mau cari calon mantu, orang Bangka juga..," kata Ibu itu sama salah satu Bapak yang juga berada di ruangan yang sama dengan kami
" Anak nya kerja di Timah lho nak..," kata Ibu itu lagi, padaku.
Aku cuma bisa tersenyum lebar.
Lucu, karena sekarang obrolannya bukan lagi tentang pacar apalagi gebetan.
Sekarang sudah mengarah kepada calon pendamping hidup.
Hmm....
Jadi ingat sama kegilaan teman - teman SMA ku, setiap kali aku pulang ke rumah, pasti yang mereka lakukan adalah menjodoh - jodohkanku dengan salah satu teman dekat kami.
Bukannya gak mau sih,
Cuma sekarang aku sedang berusaha menghargai prinsip,
Prinsip untuk memantaskan diri lebih dulu sebelum bertemu jodoh,
Prinsip untuk tidak menerima lelaki yang tidak siap menikah, karena itu sama saja artinya dengan buang - buang waktu.
Yang rugi nanti kan aku juga.
Ya Rabb, kuatkan ikhtiar ini ya... jangan biarkan hatiku patah lagi gara - gara perasaan yang tidak jelas.
Kuatkan aku untuk menanti yang jelas saja, nanti. Pada saatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar