Jumat, 13 Desember 2013

Dongeng Cinta dan Rindu dari Negeri 'Lot'

Apa kamu pernah mendengar sebuah dongeng tentang Negeri ‘Lot’?
Biar ku ceritakan kisahnya...


                Negeri Lot adalah sebuah negeri yang aneh. Letaknya di dataran paling rendah di muka bumi. Negeri tersebut seperti terbentuk dalam sebuah ceruk yang dalam di dasar bumi. Jarak negeri itu sangat amat jauh dari langit. Maka tidak heran, jika semua orang di negeri Lot selalu berharap untuk bisa menyentuh langit. Konon katanya, di dalam langit itu ada pintu menuju surga,.. surga yang dapat mengabulkan seluruh keinginan mereka.


                Maka semua orang dinegeri Lot berlomba – lomba memanjangkan kaki mereka agar lebih dekat kepada pintu langit, pintu menuju surga. Orang – orang di negeri Lot bukanlah peri, mereka tidak bisa menumbuhkan sayap untuk terbang menuju langit. Hanya dengan memanjangkan kaki, mereka dapat menuju ke sana. Dan.. apakah kalian tahu bagaimana cara mereka memanjangkan kaki? Yaitu dengan membeli daging dan tulang dari tubuh orang lain.


                Jangan pernah heran jika di jalan – jalan di negeri Lot, kamu melihat orang – orang sibuk menyobek daging serta memotong tulang mereka. Itu adalah hal yang biasa, begitulah cara mereka hidup. Menjual potongan tubuh, untuk membeli udara agar bisa bertahan hidup.


                Oh iya.. aku lupa memberi tahu. Di negeri Lot, semua orang menghirup udara untuk dapat bertahan hidup. Udara adalah makanan mereka. Udara adalah pakaian mereka. Udara adalah segala – galanya. Sayang sekali, udara tersebut tidak bisa didapat dengan mudah. Orang – orang di negeri Lot mesti membeli udara dari para kaum terpilih yang hidup di tanah subur, yang mana dari tanah kaum terpilihlah... terdapat tambang udara yang mampu menghidupkan mereka.


                Maka setiap hari, orang – orang di negeri Lot berbondong – bondong menuju tanah subur, sekedar hendak menukarkan sedikit daging atau tulang dari tubuh mereka, untuk ditukarkan dengan udara. Miris memang, mengingat kaum di negeri Lot telah terbelah menjadi dua ras. Ras terpilih dan ras tersisih. Ras terpilih adalah ras yang karena keberuntungannya, dapat hidup di tanah subur, tempat munculnya udara. Sedang ras tersisih adalah ras yang terlahir dengan tubuh – tubuh yang tinggi, namun minim udara. Kedua ras ini saling bergantung. Namun sial bagi ras tersisih,. Membutuhkan waktu berbulan – bulan lamanya, untuk tulang dan daging mereka dapat tumbuh kembali. Sedang udara selalu mereka butuhkan setiap hari. Tidak heran bila lama – kelamaan tubuh mereka semakin kurus dan kecil.

Tapi toh tidak ada yang peduli, semua orang sibuk memenuhi kebutuhan mereka masing – masing.


                Alkisah... disalah satu sudut negeri Lot, hiduplah dua kakak beradik dari ras tersisih. Sang Kakak bernama Cinta, dan adik bernama Rindu. Cinta adalah kakak yang tegar, di tengah keterbatasan hidup mereka, Cinta berjuang untuk membuat adiknya bertahan hidup. Ya.. semua orang di negeri Lot tahu bahwa Rindu mengidap sakit yang serius. Penyakit aneh, seluruh tubuh Rindu tidak dapat digerakkan, tubuh Rindu hanya bisa tergolek lemah tanpa bisa berbuat apa – apa. Seorang tabib menyatakan bahwa Rindu membutuhkan udara yang sangat amat banyak, agar dia dapat hidup lebih lama.


                Cinta sangat menyayangi adiknya. Maka kemudian Cinta datang menemui penguasa paling kaya di negeri Lot, penguasa dari ras terpilih..

“ aku membutuhkan satu tambah udara, untuk menyembuhkan adikku. Kumohon tuan mau membantuku...aku akan memberikan tulang dan dagingku lebih banyak dari sebelumnya..,” kata Cinta dengan terbata.

Tuan penguasa tertawa.

“ Seluruh tubuhmu, Cinta? Untuk kesembuhan adikmu? Bagaimana?,”

Cinta tersentak kaget. Seluruh tubuhnya? Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri? Memberikan nyawanya untuk mempertinggi tubuh Tuan penguasa?

Cinta bingung. Haruskah dia membunuh dirinya, agar Rindu tetap bertahan? Tapi Rindu bahkan sama sekali tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak. Cinta menangis tersedu.

“ Jika memang ini yang terbaik untuk Rindu.. aku tidak apa – apa Tuan. Tapi, bolehkah ku minta padamu satu hal?,”
“Apa?,” kata Tuan penguasa.
“ Aku tahu... dengan seluruh tubuhku yang kuberikan pada Tuan, Tuan akan bisa mencapai surga. Tuan akan sampai di pintu langit...,” Cinta menghela napas.
“ Lalu?,”
“ Lalu jika kuberikan seluruh hidupku pada tuan.. kumohon agar Rindu ikut serta, kemanapun Tuan pergi. Kemanapun... jangan pernah mengikisnya Rindu Tuan, jangan pernah melepaskan diri dari Rinduku. Jadikanlah Rinduku temanmu, jangan pernah meninggalkan Rindu Tuan, aku ingin Tuan menjaga Rindu yang kutitipkan, kumohon?,”

Cinta mengiba – iba dalam tangisnya. Sesungguhnya Tuan Penguasa adalah orang yang baik. Dia hanya orang yang terlalu ingin mencapai surga. Hal yang mudah bagi Tuan Penguasa untuk mengabulkan permohonan Cinta.

“ Baiklah.. jika aku bisa mencapai surga, akan kubopong Rindu dipundakku, agar kami dapat bersama naik ke langit. Agar Rindumu tidak pernah terlepas dariku..,” Tuan Penguasa berjanji.

Demikianlah... Cinta mulai memotong setiap bagian tubuhnya, memberikannya pada Tuan penguasa... Memotong seluruh tubuhnya, hingga ia lenyap. Habis.

                Tapi Rindu tetap hidup, menjadi teman bagi Tuan Penguasa. Mengikuti kemanapun Tuan Penguasa pergi. Kini Rindu hidup bahagia, tanpa pernah merasa sengsara seperti Cinta.

Bukankah berkorban adalah jalan mencapai kebahagiaan?

Hanya itu yang diinginkan Cinta. Agar Rindu berbahagia, agar Rindunya dapat bertahan lebih lama, dalam lindungan Tuan Penguasa.

~THEEND~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar