Senin, 07 Januari 2013

Tentang Film ' Habibie Ainun'


Beberapa minggu terakhir saya di serang demam ‘ Habibie Ainun ‘..



Meskipun saya belum menonton film tersebut, dan baru membaca 60 halaman novelnya ( itupun meminjam dari teman ), saya merasa terenyuh oleh kisah cinta beliau berdua.

Saya bisa merasakan kecintaan Pak Habibie yang begitu besar terhadap Ibu.


Saya menahan airmata agar tidak menangis melihat potongan wawancara Pak Habibie di Youtube, wawancara saat 10 hari sepeninggal Ibu Ainun. 
Pak Habibie tampak begitu terpukul oleh kepergian Ibu, namun pada saat yang sama juga menunjukkan wajah keterpesonaan dan kebahagiaan saat mengingat kisah pertemuan dan perjuangan hidup keduanya.


Perasaan dan cerita keduanya terasa begitu natural,
Benar – benar seperti dijodohkan oleh takdir. Tidak salah kalau pak Habibie menyebut cinta mereka suci dan abadi. Karena sejak awal memang tidak pernah hadir orang lain dalam hidup mereka, kecuali Ibu Ainun bagi Pak Habibie dan Pak Habibie bagi Ibu Ainun.

Saya pikir film ini benar – benar mampu memberi motivasi untuk seluruh generasi muda Indonesia, untuk menata hidup dengan baik seperti yang keduanya lakukan.

Film ini juga insyaallah menjadi sumbangsih yang berharga bagi bangsa Indonesia, seperti yang memang dicita – citakan keduanya.

Sedikit membandingkan kisah cinta keduanya dengan gaya pacaran anak muda jaman sekarang. 

Betapa sudah banyak nilai – nilai luhur budaya timur serta nilai – nilai keagamaan yang sudah terkikis dan menipis dalam pergaulan sehari – hari.

Jikapun bisa memilih, mungkin saya lebih suka hidup di jaman mereka, ketimbang jaman sekarang.

Sekalipun hidup sekarang lebih mudah dan lebih bebas, namun budaya hidup orang dulu jauh lebih baik ketimbang jaman sekarang. 

Ya.. Banyak hal yang sudah berubah seiring jaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar