Selasa, 22 Januari 2013

Hambar


Beberapa kali mencoba... menghapus gelisah yang ditinggalkan sesosok bayangan kemarin.
Apa bisa? Aku toh sudah berlari kesana kemari, mencari tempat baru melepaskan cemburu.
Hambar. Itu saja sisanya... Tidak ada riak – riak gembira, biasa saja.
Semua terasa sama, tidak ada yang istimewa.

Apakah hati yang sudah rusak serta merta tidak mampu merasa? Entahlah..
Kita memang tidak perlu percaya kepada semua perasaan yang kita punya.
Siapa tau perasaan itu salah, seperti yang kerap kau katakan dulu.

Lalu kau kira aku akan datang dan menagih cemburu yang kau ambil kemarin? Tidak.
Lelah sudah meningkahi memori – memori semu yang entah ada artinya atau tidak.

Hambar, entah mengapa rasanya sama. Tidak ada yang berbeda. Tidak ada yang istimewa.
Apa aku lelah mencari tanpa pernah menemukan?
Lalu untuk apa mereka – mereka yang datang? Sebagai angin penyedap malam?

Entahlah...hanya hambar.. Selepasnya aku akan berjalan dalam kereta menuju impian.
Bahkan tanpa siapa pun yang namanya kekasih jiwa, tidak ada beda.

Semua terasa sama. Atau mungkin aku yang mengira sudah lupa?
Tidak tau, Hanya hambar sekarang,.. biasa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar