Hasrat itu mulai luruh
Hanyut bersama setiap helai harapan yang sudah – sudah
Tidak ada yang perlu disesalkan, tentang keterpesonaan perasaan
juga tentang keadaan saling meninggalkan dahulu, kala itu.
Hasrat hanyalah seperti matahari. Ia akan memancar pada
waktunya, dan pergi secara seharusnya.
Lalu aku, tidak akan mau memaksanya untuk terus ada.
Biarlah nanti alam yang akan membawa serta cinta, dalam cuaca cerah yang menentramkan
jiwa.
Entah mengapa, rasanya sekarang aku hanya ingin melihat
kepada kejauhan.
Kepada sebuah hari dimana aku sedang berlarian ditepi
pantai, dan dia menungguku di ujung sana..
Dimana saat itu aku akan benar – benar bahagia entah dengan
siapa dan seperti apa.
Yang nyata sekarang
aku terlalu bosan untuk berputar – putar
lagi, memulai lagi, dan mungkin juga mengakhiri lagi.
Aku pun tau, menunggu bukan pilihan yang tepat bagi
kesejahteraan hati.
Maka biarlah kita menjadi elang. Yang bergerak bebas dan
terbang kemana saja sesukanya..
Mencicipi sedikit kenikmatan di bawah sana, untuk kemudian
terbang lagi.
Mencari, terus mencari keinginan sejati yang suatu hari
pasti kita temui.
hy. mau yuker link nggak?
BalasHapusmampir ya. http://ridhoambari.blogspot.com/