Senin, 17 September 2012

Luruh


Hasrat itu mulai luruh
Hanyut bersama setiap helai harapan yang sudah – sudah
Tidak ada yang perlu disesalkan, tentang  keterpesonaan perasaan
juga tentang keadaan saling meninggalkan dahulu, kala itu.

Hasrat hanyalah seperti matahari. Ia akan memancar pada waktunya, dan pergi secara seharusnya.
Lalu aku, tidak akan mau memaksanya untuk terus ada.
Biarlah nanti alam yang akan membawa serta  cinta, dalam cuaca cerah yang menentramkan jiwa.

Entah mengapa, rasanya sekarang aku hanya ingin melihat kepada kejauhan.
Kepada sebuah hari dimana aku sedang berlarian ditepi pantai, dan dia menungguku di ujung sana..
Dimana saat itu aku akan benar – benar bahagia entah dengan siapa dan seperti apa.

 Yang nyata sekarang aku terlalu bosan untuk  berputar – putar lagi, memulai lagi, dan mungkin juga mengakhiri lagi.
Aku pun tau, menunggu bukan pilihan yang tepat bagi kesejahteraan hati.

Maka biarlah kita menjadi elang. Yang bergerak bebas dan terbang kemana saja sesukanya..
Mencicipi sedikit kenikmatan di bawah sana, untuk kemudian terbang lagi.
Mencari, terus mencari keinginan sejati yang suatu hari pasti  kita temui.


1 komentar:

  1. hy. mau yuker link nggak?

    mampir ya. http://ridhoambari.blogspot.com/

    BalasHapus