Kamis, 26 September 2013

:'(

Memikul harapan orang lain yang terlalu besar, malah membuat lelah.

Juga

Taukah punggungku terluka karenanya?

Bisakah aku mencari hidupku sendiri?

Rabu, 25 September 2013

BOM

Ternyata.. media sosial benar - benar sangat bisa jadi tempat buat ribut.

Adu emosi lewat status, dan akhirnya : sinis - sinisan.

Selasa, 24 September 2013

Cinta Amore

Hari ini, aku iseng ikutan kelas 'Antropologi' walaupun mata kuliah itu gak ada dalam Kartu Rencana Studi ku.

Sekalian menggantikan teman yang lagi mudik.

Aku dapat ilmu bagus nih hari ini.


Pak Mul bilang, cinta itu ada 3 :

1. Cinta pada Tuhan

2. Cinta Sesama ( untuk orangtua, teman, kerabat, dan sebagainya)

3. Cinta Amore ( Cinta untuk lawan jenis, termasuk juga didalamnya cinta yang menyimpang seperti antara pria dan pria atau wanita dengan wanita ).

Nah.. katanya sih, untuk seorang manusia.. biasanya perasaan terhadap cinta amore ini yang paling kuat.

Ada juga cara buat mengetahui apakan cinta kamu itu sangat 'Amore' atau tidak.

Caranya... Pilih salah satu dari pilihan di bawah ini :

1. Aku mencintaimu karena Kamu mencintaiku.

2. Aku mencintaimu karena Aku membutuhkanmu.

Arti :

1. Cinta Monyet.

2. Cinta sebenarnya, karena ketika seseorang benar - benar mencintai.. maka dia pasti merasa membutuhkan.


Jadi.. yang mana pilihan kamu? ^_^

Lelaki yang tidak begitu baik itu..

Tuhan.. bagaimana bisa Engkau membiarkan seseorang yang tidak begitu baik, untuk berdiam terlalu lama dalam pikiranku?
Ini mungkin terlalu lama, Tuhan.

Aku tidak tahu mengapa Engkau membiarkannya terlalu  lama hidup dalam kepalaku.
Sedang bersamanya saja aku kerap merasa takut.

Dia bukanlah orang yang bisa menjagaku tetap dalam kebaikan. Dia mungkin orang yang terlalu mencintai kebebasan. Dan bagaimana bisa dia mampu menjadi imam yang baik buatku kelak?

Tuhan.. mengapa Engkau menyimpannya terlalu lama dalam diriku? Siapakah dia kelak untuk hidupku?

Sungguh Tuhan.. aku hanya menginginkan sebuah jalan yang benar. Aku selalu percaya bahwa apa yang diawali dan dijalani dengan baik, akan berakhir dengan baik juga.

Aku tidak ingin menenggelamkan diriku dalam kehidupan muda mudi masa kini yang begitu mesra.
Entah mengapa aku tidak terlalu menginginkan itu.

Apa aku terlalu konservatif ya Tuhan? Apa aku ketinggalan jaman?

Engkau tahu? Ah.. Engkau tentu tahu. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat menginginkan jalan yang suci itu.

Sebuah pertemanan saja, pengenalan yang natural dan berbatas. Lalu berakhir dengan ikatan yang baik. Yang Engkau ridhoi.

Tapi.. bagaimana aku bisa menjalankan itu? Jaman mungkin tidak mendukung.

Tuhan.. Engkau tentu tahu, aku sangat ingin menjadi yang terbaik buat jodohku kelak.

Bisakah aku menikmati pacaranku setelah menikah? Bisakah aku memperoleh jodoh yang baik kelak?

Engkau tentu tahu.. betapa aku menginginkan imam yang baik untuk anak – anakku kelak. Meski tentu tidak sempurna, namun aku berharap setidaknya dia mau dan mampu menegakkan sholatnya. Menyempat – nyempatkan diri mengingatMu sekalipun sibuk.
Aku tidak meminta yang terlalu sempurna Tuhan, sebab aku pun penuh cela. Engkau Maha Tahu segala dosa yang pernah kulakukan. Aku tidak berhak meminta yang sempurna Tuhan

Tapi mengapa Engkau biarkan dia berdiam dikepalaku terlalu lama? Lelaki yang tidak begitu baik itu, siapakah dia untuk hidupku kelak?



Senin, 23 September 2013

Doa

Tuhan... aku tahu aku bukan perempuan yang baik,

Aku penuh cela dan banyak dosa..

Tapi bolehkah aku meminta padaMu seorang jodoh yang baik?

Setidaknya, seorang pria yang bisa menjagaku tetap dalam kebaikan, itu saja.
Cukup.

Bolehkah?

#Nulis

Telah lewat ratusan hari aku mencari.. kini aku tahu,


Aku hanya ingin belajar,

Belajar mencintai dengan benar,


Melalui kamu.

Jumat, 20 September 2013

Hari Jumat KLIWON!!!

Kejadian spektakuler 1 :

Ketika suapan terakhir nasi goreng berhasil masuk ke dalam perutku, tiba – tiba saja tercium bau yang tidak sedap. Hidung kami langsung mengendus – endus dengan saksama.

“ Kayak bau tai kucing ya..,” kata teman kosku buka suara.
Aku langsung berusaha mencari sumber bau. Sepertinya bau itu berasal dari pintu depan. Dan ketika pintu kosan kubuka, benar saja. Seonggok tai kucing berukuran cukup besar, bertengger manis tepat di depan pintu masuk.


Refleks, aku berteriak dan berlari ke kamar. Berharap ada diantara adikku atau temanku itu yang mau membersihkan kotoran tersebut. Tapi ternyata... keduanya justru berlari menyusulku. Tidak ada yang mau mengalah untuk bersih - bersih.


Setelah melewati perdebatan yang cukup alot, pada akhirnya dengan berat hati aku terpaksa mengalah. Berjalan gontai menuju pintu depan. Berbekal masker yang sudah diseprot parfum, air satu ember serta gayung, kubersihkan juga tai kucing tersebut sambil berpikir :


‘Betapa busuknya kucing yang sudah tega mengeluarkan eeknya didepan rumah kami, betapa hinanya kosan kami sampai dijadikan tempat pembuangan eek oleh dia”.

Sungguh, kejadian ini menyebalkan sekali!


Kejadian spektakuler 2:

Ketika waktu mulai menunjukkan hampir tengah malam, kami beranjak tidur. Hujan deras diluar, menambah lelap tidur kami.
*Kupikir, tidak akan ada lagi momen sial lainnya setelah insiden ‘tai kucing’ tadi malam.

Nyatanya.. sekitar pukul empat subuh, teman kos membangunkanku.

“ Ra.. aku gak ngompol lho.. tapi kasur aku basah,” katanya dengan wajah memelas.
Aku yang sudah menduga pasti terjadi sesuatu yang tidak beres, lebih memilih berkata dengan santai,

“ Tidur lagi aja.. ,” kataku sambil menutup wajah dengan bantal lalu melanjutkan tidur.

Pukul lima lewat sepuluh menit, alarm handphoneku berbunyi. Aku segera bangkit dan melemparkan selimut basah yang menyelimuti tubuh.

Waktunya mengepel, KOSAN KAMI BANJIR!!

Aku langsung mengambil ember dan kain pel, sibuk meraup sejumlah air yang terus saja mengalir tanpa henti ke tiap – tiap sudut lantai kosan.

Teman kosku kemudian bangun dan ikut membantu mengeringkan air yang menggenang.
Kulihat sejumlah pakaian bersih (belum sempat dilipat) dilantai sudah basah kuyup. Aku mendengus geli.

“ Ra.. kok masih bisa tidur, padahal kasur sama baju kamu udah basah banget lho?,” kata temanku sambil tertawa.
“ Pengennya pura – pura gak sadar sih, pura – pura banjirnya cuma mimpi. Tapi makin dibawa tidur kok malah makin dingin.. hahaha. Terpaksa deh bangun,” jawabku juga sambil tertawa.


Dari waktu subuh sampai beberapa jam berikutnya, kami sibuk mengepel, menjemur kasur, menjemur baju, menjemur buku, serta benda – benda lain yang ikut terkena air banjir hasil hujan semalam.

                Aku tidak menyangka bahwa hari jumat kami diminggu ini diwarnai hal – hal yang tidak terduga. Sejujurnya setelah tiga tahun mendiami rumah ini, baru kali ini kami merasakan yang namanya ‘BANJIR’ dan juga tamu ‘TAI KUCING’. Apa ini tanda – tanda supaya kami segera cari rumah baru?hmmm...


Ketika aku menceritakan kedua momen tersebut sama teman kelas, respon mereka adalah
“ Gila Ra.. kamu kok nyantai banget sih jadi orang. Kalo misalnya tadi malem tu tsunami, pasti kamu mati duluan,. Udah tau banjir bukannya bangun, malah tidur lagi,”
Lagi – lagi, aku hanya menanggapi dengan tertawa geli.

*Ini Jumat Paling KLIWONNN... sepanjang hidup kami dikosan ini. hahaha