Kamis, 10 Oktober 2013

#Coretan

Ia bernama cinta, sesuatu yang terlalu takut kusebut.
Tapi bahkan terlalu sering kamu katakan.
Kepada sembarang orang.

Adalah rindu, bernyanyi malu – malu dalam hatiku.
Dia selalu tahu.. kepada tuan mana nyanyian itu berlagu,
Entah bagaimana dengan rindu milikmu. Ah, aku tahu. Masih untuk bidadari masa lalu kan?


Hay Tuan.. aku kesal. Mengapa sekarang seolah kamu begitu mudah terbang?
Hinggap pada harapan – harapan baru, haruskah kamu begitu?


Sedang aku..
Menjadi malas mengurusi rinduku yang rewel.
Menjadi malas mengurusi perihal rasa yang begitu purba, tak pernah usai meski sudah diurai.
Sudahlah, lupakan saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar