Kita tahu, kita tidak pernah
punya kesempatan untuk memperbaiki yang salah di masa lalu.
Kita tidak pernah punya
kesempatan kedua, karena kesempatan kedua hanya ada dalam drama. Kenyataannya,
kita tidak sedang hidup dalam drama.
Banyak hal salah yang sudah
kulakukan. Misalnya saja; tidak memberi kesempatan padanya untuk merasakan
suatu hubungan. Meski dia sudah menunggu bertahun – tahun.
Bagaimana tidak..aku seolah
membenci, menolak.. meski sejujurnya tidak.
Bisakah kau bayangkan? Aku menghabiskan
waktu bertahun – tahun dengan pura – pura jutek. Kulakukan itu untuk
menggodanya, hmm maksudku bermain – main dengannya.
Tapi aku tidak pernah sadar kalau
pada kenyataannya dia tidak begitu mengenal kepribadianku,.. Lagipula jika
bertahun – tahun aku melakukan itu, dia tentu berpikir kalau aku serius kan?
Bertahun – tahun..sampai kemudian
dia memilih menyudahi semuanya.
Aku hanya diam, belajar mengerti
tentang keputusan yang sudah dia buat. Juga melihat kembali, apa saja yang
sudah aku lewatkan.
Beberapa pekan terakhir, aku jadi
lebih sering memikirkannya.
Terlebih suatu ketika kudapati
dia tegah dirundung duka.
Sejujurnya aku ingin ada untuk
menghapus dukanya, meski aku tidak tahu apakah itu berhasil atau tidak.
Sejauh ini..sepanjang kisahku,
kudapati kenyataan bahwa dialah sang pemilik janji yang begitu nyata. Walau aku
tak pernah sadar akan kesungguhan yang dia punya.
Jika kini aku ingin dia kembali, mungkin
sudah terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar