Jumat, 17 Mei 2013

28 Des


Kita tahu, kita tidak pernah punya kesempatan untuk memperbaiki yang salah di masa lalu.

Kita tidak pernah punya kesempatan kedua, karena kesempatan kedua hanya ada dalam drama. Kenyataannya, kita tidak sedang hidup dalam drama.

Banyak hal salah yang sudah kulakukan. Misalnya saja; tidak memberi kesempatan padanya untuk merasakan suatu hubungan. Meski dia sudah menunggu bertahun – tahun.
Bagaimana tidak..aku seolah membenci, menolak.. meski sejujurnya tidak.

Bisakah kau bayangkan? Aku menghabiskan waktu bertahun – tahun dengan pura – pura jutek. Kulakukan itu untuk menggodanya, hmm maksudku bermain – main dengannya.

Tapi aku tidak pernah sadar kalau pada kenyataannya dia tidak begitu mengenal kepribadianku,.. Lagipula jika bertahun – tahun aku melakukan itu, dia tentu berpikir kalau aku serius kan?

Bertahun – tahun..sampai kemudian dia memilih menyudahi semuanya.

Aku hanya diam, belajar mengerti tentang keputusan yang sudah dia buat. Juga melihat kembali, apa saja yang sudah aku lewatkan.

Beberapa pekan terakhir, aku jadi lebih sering memikirkannya.

Terlebih suatu ketika kudapati dia tegah dirundung duka.

Sejujurnya aku ingin ada untuk menghapus dukanya, meski aku tidak tahu apakah itu berhasil atau tidak.

Sejauh ini..sepanjang kisahku, kudapati kenyataan bahwa dialah sang pemilik janji yang begitu nyata. Walau aku tak pernah sadar akan kesungguhan yang dia punya.

Jika kini aku ingin dia kembali, mungkin sudah terlambat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar