Selasa, 25 Desember 2012

"Sudahlah.. Ini semua sudah Selesai."


Ya.. mungkin dia masih berpikir aku masih bersedih karena siang terik yang menyedihkan itu. 
Karena keputusan yang kubuat sendiri, dulu di siang yang terik itu.

 Mungkin juga dia dan dirinya berpikir kalau aku masih berharap kepada dia.

 Lewat puisi – puisi yang kubuat beberapa kali. Meski Sungguh.. jelas ku katakan bahwa aku tidak menginginkan itu lagi. Aku sudah melepaskan, semua hal yang sempat aku dan dia lewatkan dulu.
Aku hanya mengenang semuanya. 

Mengenang malam – malam sunyi saat aku dan dia menghabiskan waktu berkeliling kota, sekedar mencari barang – barang yang tidak penting, sekedar jalan - jalan. Aku juga hanya mengingat, tentang sore – sore yang dingin, sore – sore yang gelap saat dia datang dan menemani. Aku hanya mengingat tentang lilin – lilin yang dia belikan saat aku berdiam dalam kegelapan di kos. Aku hanya mengingat tentang es krim yang dia belikan, yang akhirnya malah kubuang karena aku sebenarnya tidak menyukai rasa eskrim yang dia beli. Hahaha..

Ya.. mungkin dia dan dirinya masih berpikir kalau aku masih bersedih atas keputusan itu. 
Sesungguhnya kukatakan, aku tidak bersedih lagi.
 Seperti beberapa tali yang diikatkan pada barang, tentu butuh waktu untuk melepaskan semua tali itu.
 Begitu juga aku.. Aku hanya masih berusaha melepaskan, dan sungguh.. tidak ada keinginan untuk kembali.

Aku hanya mengingat tentang pesan singkat yang dia kirimkan tadi pagi, yang tidak ku balas karena aku merasa tidak perlu untuk membalasnya.
 Juga mengingat pesan yang dikirimkan dirinya lewat sebuah gambar, yang kuartikan sebagai sebuah penghiburan atas kedukaanku kemarin.

Sungguh.. aku belajar melepaskan semuanya. 
Aku hanya ingin hidup dalam hidupku sendiri, tanpa kalian lagi. 

Aku mengerti bahwa hidup juga tentang meninggalkan dan ditinggalkan. 
Bukan untuk menyisakan kedukaan tak berkesudahan. Tapi agar kita bisa memulai cerita baru lagi, yang lebih menyenangkan dari kemarin. 

 ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar