Minggu, 23 Desember 2012

Curhat


Dan ternyata mendengarkan beberapa lagu melankolis berhasil membuatku teringat lagi kepada sosoknya..
Dia bukan laki – laki sempurna. Bahkan aku tau dengan jelas setiap titik kekurangannya.
Tapi toh aku tetap menyukai dia. Menyukai setiap pesan singkat yang dia kirimkan padaku saat aku dilanda bosan, menyukai dia yang menyebalkan.
Sekalipun dia sudah punya pacar.

Yah..lagi – lagi aku melakukan kesalahan yang sama. Hidup dalam harapan yang tidak mungkin diwujudkan. Apa karena aku tidak sebanding dengannya? Atau karena aku tak secantik pacarnya?

Wah..seharusnya aku tidak perlu menyesali kekalahan ku ini.
 Mungkin kami hanyalah  dua belah sepatu yang memang tidak diciptakan sebagai pasangan.


Mungkin kami memang tidak punya takdir untuk itu. Jika ditanya, apa aku yakin dengan perasaanku sendiri? Sebenarnya tidak.
Lalu seiring waktu bersama dia dahulu, aku jadi percaya bahwa segalanya berbeda jika dilewatkan bersama.

Yah.. aku masih belajar melupakan. Meski tidak berniat mencari ganti, itu sulit tau! Hahaha...

Hanya sedikit cemburu melihat gadis itu.. Sungguh, aku tidak seberuntung dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar