Jumat, 02 September 2011

"Poetry"

Pertama kali saya baca puisi ini,kalo gak salah pas SMP kelas 2.
Saya ngerasa situasi yang sangat membumi dan begitu natural dalam romantika puisi cinta yang satu ini.

Puisi karya W.S Rendra ini,yang kemudian menjadi puisi cinta favorit saya.
Coba baca isi nya:

Episode

Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
"Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?"
Aku hanya tertawa.
lau ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.


Beberapa tahun setelah SMP itu,saya selalu ingat sama puisi ini,Tapi  lupa sama pengarangnya.

Baru sekarang ketemu lagi.Jadi langsung diabadikan.hehhehe

Rasa cinta yang tergambar disana,keliatan sederhana dan gak lebai,ya kan?

Rasa cinta yang sopan,dan tergambar dengan apa adanya.

Gila,sok pakar sekali saya! hahahha

tapi yah...gitulah kesan yang bisa saya tangkep setiap kali baca puisi itu.

Pengen sekali punya cinta yang seperti itu.

Gak macem-macem.Tapi apa masih ada yang begitu? hahhahahha

Gak taulah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar