Sabtu, 06 April 2013

Pacaran


Aku tidak juga merasa siap untuk memulai lagi.
Ya..memulai hubungan yang sering dikatakan ‘ pacaran ‘ oleh orang – orang.
Bagiku sekarang, entah mengapa hubungan seperti itu terlihat agak konyol.
Lagipula kerentanan untuk berpisah dalam pacaran demikan besar bukan?
Aku tidak tahu..entahlah. Mungkin karena aku merasa sedikit kapok dengan perasan sakit yang selalu terjadi di setiap akhir kisah yang dulu – dulu kujalani.

Ya..buat apa melalui hubungan seperti itu jika nyatanya hanya akan berpisah?

Hanya akan menyisakan rasa sakit lagi? Hanya akan membuang – buang waktu untuk momen – momen yang sebenarnya terlalu semu?

Apa yang dijanjikan dari sebuah hubungan yang dikatakan ‘pacaran’?
Apakah janji untuk saling mecintai pada waktu pacaran, bisa berlangsung demikian lama hingga akhirnya berujung pada pernikahan?

Siapa yang bisa menjamin kalau aku tidak akan sakit lagi, saat aku memilih untuk memulai lagi?

Siapa yang bisa menjanjikan kebahagiaan abadi ? Bukankah dalam pacaran, orang – orang juga sering sekali diselingkuhi?

Mungkin menunggu seseorang yang siap meminang adalah pilihan yang tepat.
Bukankah aku sudah cukup dewasa? Hahaha. :D

Rabu, 27 Maret 2013

Library


Seharusnya perpustakaan itu benar – benar jadi kan? Entah kapan masanya...

Sebuah perpustakaan sederhana di dalam rumah. Tidak perlu besar dan keren. Namun koleksi buku tentu saja harus banyak. :D

Hanya saja.. pengumpulkan buku di masa sekarang kok rasanya sulit sekali. Seringkali aku bahkan terlalu sibuk mengurusi anggaran bulanan yang selalu saja, pas – pasan.

Namun aku bersyukur juga, sempat menjadi ‘Pemenang Favorit’ dalam Lomba Puisi Romantis WR beberapa waktu lalu.
 Setidaknya aku bisa mendapatkan tambahan satu buku secara cuma – cuma  ( walaupun buku tersebut belum sampai ke tanganku).

Sebuah keinginan yang sederhana .. tentang sebuah perpustakaan.

Hanya agar anak – anakku nanti  lebih peka terhadap dunia, lebih melek terhadap banyak hal yang terjadi di sekelilngnya lewat buku – buku itu.

Hanya agar mereka mengerti bahwa hidup bukan hanya terjadi di tempat mereka berdiri.

Supaya mereka lebih cerdas menyikapi hidup.

Bahwa ada banyak hal yang masih harus disisiri tanpa terkecuali.. 

Menarik kesimpulan baik dari itu semua.
 Kemudian menjadi manusia pembelajar yang berguna .

Semoga Ya! :D

Selasa, 26 Februari 2013

Morning .. :D


Selamat pagi cinta..

Diantara langit yang masih kelabu, ku nikmati cemburuku yang rapuh..

Masih menanggung rindu yang belum tumpah. Tidakkah aku terlalu setia?

Sepersekian detik setiap hari, ku sempatkan waktu.. mengingat beberapa potongan kenangan bersamamu..

Setiap kenangan yang suatu hari tentu akan memudar.
 Atau bahkan mendatangkan ingatan baru dihari depan?

Entahlah.. hanya saja kini aku tidak lagi menunggu,

Hanya menikmati waktu – waktu saat tak sengaja kau lewat di depan rumahku.

Sebuah kebetulan yang manis, yang selalu kunanti setiap hari.

Mungkin juga untuk menemukan potongan rinduku, yang masih tertinggal di indah wajahmu.



Sabtu, 23 Februari 2013

Hate u Boy!!


I am Twenty years old.

And.. i cant move on!!!


DAMN.

Bagaimana bisa aku mencari seseorang yang lain, sedangkan sudah setengah tahun lewat, aku masih belum bisa membuang harapanku padanya??

What a great Boy!

Aku bahkan masih sering mengirim pesan padanya, meskipun dia tidak pernah lagi membalas.

Tuhan..aku bahkan tidak menginginkan siapapun selain dia sekarang.


Hate U boy!! Kapan kamu mau putus???

Tetangga menyebalkan!


Sungguh hidup dikosan ini membuatku sebal!

Tadi pagi ku dapati seorang ibu – ibu dengan wajah tanpa rasa bersalah, membuang sampah rumah tangga nya di comberan samping kosan kami.

Belum lagi potongan batang sawo yang baru ditebang, juga dibuangnya di sekitar kosan kami.

Heyy...mereka pikir kosan ini tempat buang sampah????

Oke..pekarangan rumah kami memang tidak bersih. Semak dimana – mana.

Alasannya karena kami tidak punya alat merumput, juga tidak berniat merumput. 
Dan bahkan tukang rumput langganan kami sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah lagi kami temui dikomplek ini.
So..mohon maaf kalau kosan kami tampak semrawut.


Tapi Jelas, itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menambah kotor pekarangan kos ini!! 
Setidaknya mereka toh bisa buang sampah di tempat sampah, atau buang sampah di pekarangan sendiri.. 

Bukan malah secara tidak tahu malu menambah kotor pekarangan orang!

Sungguh muak sekali.. Entah apa maksud mereka membuang semua sampah mereka ke pekarangan kami.

Ya..mentang – mentang kami anak muda, mentang – mentang kami terlihat cuek.

Mereka jadi seenaknya seperti itu.

Sebal.. Akhir tahun nanti akan lebih baik kalau kami pindah. Tentu saja!

Jumat, 22 Februari 2013

Plong!


Setidaknya aku lega, sudah berbicara dengan Essy tentang skandalnya kemarin.

Aku mungkin tidak punya hak apa – apa untuk mengatur hidupnya, tapi setidaknya sebagai orang yang mengenal keluarga Essy, semestinya aku mengingatkan dia.

Mengingatkan dia agar tidak terlalu hanyut dalam hubungannya hingga tidak mampu membatasi diri, dan pada akhirnya merusak citra dirinya sendiri.


Mungkin aku ‘kepo’, mungkin juga agak rese..hanya aku tidak ingin dia membuat pusing orangtuanya seperti masalah yang dia buat dengan pacarnya dulu. Mungkin aku menyayanginya, mungkin juga aku peduli pada keluarganya. Peduli, terhadap dia sebagai ‘adik’ yang juga harus aku jaga di sini.

Ya..meskipun aku memang bukan siapa – siapa. Meskipun aku juga bukan orang yang 'baik' .

 Tapi setidaknya aku sudah bicara.

Rasanya Lega. 

Senin, 18 Februari 2013

WhatEver


Aku punya cerita, tentang seorang sepupu perempuan yang entah mengapa sepertinya sangat menikmati perannya sebagai ‘ Piala Bergilir ‘. Katakanlah sepupu perempuanku itu bernama Essy.

Singkatnya seperti ini :
Essy berpacaran dengan Farel, kemudian keduanya putus. Beberapa waktu kemudian Essy sudah asik pacaran dengan Kevin, teman dekat Farel.

Entah mengapa skandal yang mendera Essy ini justru malah sangat mengganggu pikiranku.

Aku mengenal Kevin, karena dia adalah ‘ X ‘ dari teman dekatku. Jadi sedikit banyak, aku cukup tahu perangai Kevin. Kevin bukanlah pasangan yang baik, terlebih untuk sepupuku.

Dan..sejujurnya ada sedikit rasa tidak rela, melihat sepupu justru terjebak dengan laki – laki yang sama.
Aku tidak bisa melihat poin lebih Kevin dibandingkan Farel. Kevin bukan tipe laki – laki setia, dia cenderung bertingkah.

Jadi miris rasanya, melihat Essy sekarang malah tergila – gila pada Kevin.

Terjadi perubahan besar dalam gaya pacarannya. Jika dengan Farel dulu, Essy selalu diantar dan dijemput. Tapi dengan Kevin, ia tampak dengan senang hati berkunjung ke kosan Kevin setiap pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Sekalipun ia harus naik angkot untuk menuju kesana.

 Entah apa yang bisa membuatnya menjadi segila itu.

Sejujurnya aku miris, mendapati dia yang tampak tidak bisa menahan diri. Padahal yang terlihat bagiku, Kevin toh Tidak ‘ Semenakjubkan ‘ itu. Dia tidak tampan, tidak keren, tidak baik, tidak alim, jadi apa yang dilihat Essy dari Kevin?

Entahlah.. tapi yang pasti sekarang aku kecewa pada sepupuku.. dia malah terlihat bahagia, meski sudah menciptakan skandal besar, yang jadi perbincangan anak – anak satu komplek. Ia justru terlihat bangga, berhasil merusak hubungan pertemanan Kevin dan Farel yang sebelumnya terjalin dengan baik.

Entahlah..mungkin setiap orang memahami ‘rasa’ dengan cara- cara yang berbeda. Terkadang terlalu banyak orang yang tidak perlu berpikir terlalu banyak dalam memutuskan sesuatu.

Entahlah..aku toh tidak punya hak untung mengatur – ngatur hidup Essy, dia sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang keputusan yang dia buat.