Senin, 18 Februari 2013

WhatEver


Aku punya cerita, tentang seorang sepupu perempuan yang entah mengapa sepertinya sangat menikmati perannya sebagai ‘ Piala Bergilir ‘. Katakanlah sepupu perempuanku itu bernama Essy.

Singkatnya seperti ini :
Essy berpacaran dengan Farel, kemudian keduanya putus. Beberapa waktu kemudian Essy sudah asik pacaran dengan Kevin, teman dekat Farel.

Entah mengapa skandal yang mendera Essy ini justru malah sangat mengganggu pikiranku.

Aku mengenal Kevin, karena dia adalah ‘ X ‘ dari teman dekatku. Jadi sedikit banyak, aku cukup tahu perangai Kevin. Kevin bukanlah pasangan yang baik, terlebih untuk sepupuku.

Dan..sejujurnya ada sedikit rasa tidak rela, melihat sepupu justru terjebak dengan laki – laki yang sama.
Aku tidak bisa melihat poin lebih Kevin dibandingkan Farel. Kevin bukan tipe laki – laki setia, dia cenderung bertingkah.

Jadi miris rasanya, melihat Essy sekarang malah tergila – gila pada Kevin.

Terjadi perubahan besar dalam gaya pacarannya. Jika dengan Farel dulu, Essy selalu diantar dan dijemput. Tapi dengan Kevin, ia tampak dengan senang hati berkunjung ke kosan Kevin setiap pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Sekalipun ia harus naik angkot untuk menuju kesana.

 Entah apa yang bisa membuatnya menjadi segila itu.

Sejujurnya aku miris, mendapati dia yang tampak tidak bisa menahan diri. Padahal yang terlihat bagiku, Kevin toh Tidak ‘ Semenakjubkan ‘ itu. Dia tidak tampan, tidak keren, tidak baik, tidak alim, jadi apa yang dilihat Essy dari Kevin?

Entahlah.. tapi yang pasti sekarang aku kecewa pada sepupuku.. dia malah terlihat bahagia, meski sudah menciptakan skandal besar, yang jadi perbincangan anak – anak satu komplek. Ia justru terlihat bangga, berhasil merusak hubungan pertemanan Kevin dan Farel yang sebelumnya terjalin dengan baik.

Entahlah..mungkin setiap orang memahami ‘rasa’ dengan cara- cara yang berbeda. Terkadang terlalu banyak orang yang tidak perlu berpikir terlalu banyak dalam memutuskan sesuatu.

Entahlah..aku toh tidak punya hak untung mengatur – ngatur hidup Essy, dia sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang keputusan yang dia buat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar