Minggu, 07 Oktober 2012

.“Sampaikan pesan saya”


Kepada perubahan,
Saya dengar disini,
Bahwa pemuda malam ini sedang nyala matanya, menatap penuh dahaga pada film – film porno yang menggoda

Kepada perubahan,
Saya lihat lelaki di kosan depan, mengunci gadis lagi malam tadi

Lalu disampaikan dalam retorika televisi,
Pemuda jadi korban tawuran SMA,
Pak presiden bicara tentang pertumbuhan ekonomi,
Gubernur bilang persiapan PON sudah jadi

Tapi dosen saya bilang Indonesia semrawut,
Pengembangan daerah hanya untuk gemilangnya penguasa,
Semua bicara strategi pemilu DKI, penegakan demokrasi, pemberantasan korupsi, semua BASI!

Buat saya sendiri, Negeri makmur masih jadi mimpi
Ayah toh masih naik scoopy meski bertahun – tahun mengabdi pada negeri
Menghidupi kami dengan gaji yang makin sexy, potong sana potong sini

Buat saya sendiri,
Perubahan berarti..berbedanya rasa nasi
Dirantau atau dibumi sendiri,  tak sama lagi.


( Ini puisi yang saya ikutkan dalam Lomba Puisi: SUMPAH PEMUDA DAN CINTA INDONESIA dari Penerbit Writing-Revolution.. menang gak menang yang penting ikut! hahaha)

“ Kemarilah!” ( Indralaya, 7 oktober 2012 )


Saya bisa memberikan hati itu,
Tapi mengapa kamu lebih suka menjilatinya, lalu pergi begitu saja?

Apakah rasanya pahit? Atau bentuknya kurang menarik?
Gigitlah sedikit, setelah itu kamu pasti ingin menghabiskannya..

Mengapa kamu takut?
Bukankah hati itu saya berikan, gratis?

Kamu bahkan tidak perlu membayar apa – apa.
Tidak untuk hati yang saya obral,
Untuk kamu saja,
tidak kepada pengunjung lainnya.

Karena kamu, istimewa.
Karena kamu pengunjung terlama, dalam jiwa saya.

Sabtu, 06 Oktober 2012

“Amarah” ( Indralaya, 4 Oktober 2012 )


Api itu hendak membakar saya sampai habis jadi abu.
Suara saya hilang,
Kekuasaan ingin saya tegakkan padanya tapi ia membangkang!


Jantung saya panas,
Peluh saya bersimbah,
Mata saya berdarah,


Hentikan, hei kau setan jalang!


Jumat, 05 Oktober 2012

“Jahanam “ ( Indralaya, 04 oktober 2012 )


Di belai bayangnya,
Aku kini separuh.

Dia disana, aku disini
Bodoh!

Lelaki biadab yang menyita hati,
Hak asasi paling berharga yang saya punyai.

Lelaki bangsat yang membuat saya terpenjara,
Dalam laut harapan tiada guna.

Dia pantas mati, berdarah di kubang asmaraku.
Ku ikat pada palung birahi, tak boleh pergi lagi!

Rabu, 03 Oktober 2012

What The Hell??!!


Tiap hari ngomongin cinta, penting gak sih?
Pada beberapa keadaan, hal itu acapkali bikin kita mual.
Oke, saya cewek, saya perasa, tapi untuk membicarakan cinta tiap hari? Ya masih mikir juga..

Saya mengenal beberapa orang yang setiap hari gak pernah bosan membicarakan hal tersebut,
Apakah tidak ada bahan obrolan lain yang lebih menarik selain cinta dan perasaan melankolis itu?

Ngomongin cinta tiap hari bisa bikin gak nyaman, mual, males, dan bosan.

Smart dikit kek kalo ngomong! Bisa kan ngomongin harga minyak dunia, isu lingkungan hidup, situasi politik terhangat, atau tren baju terkini lah seenggaknya...

Daripada tiap hari yang diomongin Cuma ‘ Gimana elo sama Gue?’
Ngomongin cinta dan hubungan tiap hari bisa bikin pasangan gak nyaman, bosen, dan pada akhirnya mungkin dia akan memilih untuk pergi.
Tapi jangan salahkan dia, salahkan diri sendiri kenapa jadi orang harus semelankolis itu.

Akhirnya putus, akhirnya Jomblo.
Tapi jomblo justru menyenangkan, karena elo punya banyak pilihan dalam hidup, iya kan?

Jadi buat apa ngomongin CINTA dan HUBUNGAN tiap hari ? BASI !

Senin, 01 Oktober 2012

BIsakah?


Saya lelah dengan semua perbandingan itu.

Bisakah orang – orang menghargai saya sebagai saya secara personal, dan tidak membandingkan saya dengan mereka?

Saya tau saya berbeda.

Saya tau saya tampak tidak sempurna diantara semuanya.

Tapi bisakah saya dihargai dengan diri saya sendiri?

Saya butuh rasa penghargaan itu, saya butuh dorongan itu,

Bukan perbandingan yang membuat saya jatuh semakin dalam.

Maka, bolehkah saya berhenti menangis untuk belajar bersyukur??

Minggu, 30 September 2012

Waktu


Waktu itu seperti air minum yang mengalir ke tenggorokan ketika kita haus
“ Tidak terasa, tiba – tiba sudah habis.
Bukan sekali saya berpikir untuk bisa kembali ke masa lalu, memperbaiki semua kesalahan, ataupun menikmati tiap detik waktu di masa lalu dengan lebih bermakna.

Walau akhirnya kita tau bahwa kita tidak pernah bisa untuk kembali.
Kita hanya bisa mengingat waktu – waktu dulu sebagai sebuah kenangan.

Sekarang, saya bahkan sudah mulai memikirkan : bagaimana saya ketika tua nanti, apakah saya akan sempat mengunjungi tempat – tempat yang saya inginkan ? apakah saya nanti akan punya cukup banyak uang untuk itu semua?

Tidak terasa, waktu saya di Universitas menjadi semakin sedikit. Saya hanya menjalani semuanya seperti sebuah rutinitas, tidak ada yang spesial. Tiba – tiba saja sekarang saya sudah semster lima, tiga semester lagi saya akan lulus.

Selepas itu, saya hanya berharap pada Tuhan agar diberikan kesehatan selalu dan pekerjaan yang keren, agar hidup saya dan keluarga bisa lebih sejahtera nantinya. Amin.