Aneh rasanya pas sore sama malem tadi jalan sama temen-temen trus lewat rumah -nya..
Ngayal kalau-kalau ada yang keluar dari rumah trus senyum sama gue,hahhahaha.Tapi toh gak ada orang dirumahnya,pintu rumah aja dikunci.
Dilematis banget gak sih...ketika gue merasa sudah mulai bisa dan mau menerima dia,tapi ternyata dia -nya sendiri udah mau pergi karna capek?
Beberapa bulan yang lalu,planning gue udah bagus banget nih.
Ceritanya gini.Dulu pas masih suka sms-an sama dia,gue mikir.
Mungkin ntar pas gue balik ke bangka,dan ketemu sama dia,gue bakal mutusin buat beneran jalan sama dia.
Udah bagus banget tuh rencananya.Karna gue tau yang gue butuhkan selama itu adalah ketemu.Karna gue takut mungkin aja apa yang dia rasakan itu cuma ilusi.Lagipula,pacaran macam apa yang gak pernah ketemu sama sekali?
Gak mungkin banget gue bakal sangat mengenal dia cuma lewat sms sama telpon doank,tetep aja gue butuh buat ketemu! dan ngomongin segala hal sama dia.
Tapi gue gak tau,apa emang mungkin jalan itu gak ada,ataukah jalan itu tidak dusahakan ataukah bagaimana,
sebab sampai hari ini,hari terakhir gue diBangka ,gue bahkan gak bisa ketemu dia sama sekali.
Besok gue harus balik lagi ke rutinitas gue.Balik lagi ke Palembang buat kuliah.
Mungkin gue harus menabah-nabahkan diri supaya gak kangen kalau-kalau entar gak bakal ada lagi yang suka ngerecokin gue lewat sms nya kalo gue lagi sibuk ngerjain tugas.
Mungkin juga entar gak bakal ada lagi yang nelpon kalau gue lagi bete.
Gak bakal ada lagi yang ngoceh-ngoceh ngatain gue gak bisa masak.
Ngatain gue cemen gara-gara takut sama kecoa.
Yang malah nyuekin gue kalo dia lagi asik maen game.
Tapi inti dari semua yang gue tulis,gue cuma pengen..dibeberapa jam terakhir,kurang dari 24 jam lagi gue mau balik ini,
Gue pengen ketemu.
Karna setelah hari ini,gue gak tau entah jaman kapan lagi gue bisa ketemu sama dia.
Iya,jarak buat kita mungkin gak bakal memungkinkan buat sering ketemu.
Dan terakhir...bisa gak sih lo gak ngambek gitu?hape gue sepi,gak ada lagi yang suka sms.hahahahhaha
Sabtu, 03 September 2011
Jumat, 02 September 2011
"Poetry"
Pertama kali saya baca puisi ini,kalo gak salah pas SMP kelas 2.
Saya ngerasa situasi yang sangat membumi dan begitu natural dalam romantika puisi cinta yang satu ini.
Puisi karya W.S Rendra ini,yang kemudian menjadi puisi cinta favorit saya.
Coba baca isi nya:
Episode
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
"Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?"
Aku hanya tertawa.
lau ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.
Beberapa tahun setelah SMP itu,saya selalu ingat sama puisi ini,Tapi lupa sama pengarangnya.
Baru sekarang ketemu lagi.Jadi langsung diabadikan.hehhehe
Rasa cinta yang tergambar disana,keliatan sederhana dan gak lebai,ya kan?
Rasa cinta yang sopan,dan tergambar dengan apa adanya.
Gila,sok pakar sekali saya! hahahha
tapi yah...gitulah kesan yang bisa saya tangkep setiap kali baca puisi itu.
Pengen sekali punya cinta yang seperti itu.
Gak macem-macem.Tapi apa masih ada yang begitu? hahhahahha
Gak taulah.
Saya ngerasa situasi yang sangat membumi dan begitu natural dalam romantika puisi cinta yang satu ini.
Puisi karya W.S Rendra ini,yang kemudian menjadi puisi cinta favorit saya.
Coba baca isi nya:
Episode
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran.
Tiba-tiba ia bertanya:
"Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?"
Aku hanya tertawa.
lau ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.
Beberapa tahun setelah SMP itu,saya selalu ingat sama puisi ini,Tapi lupa sama pengarangnya.
Baru sekarang ketemu lagi.Jadi langsung diabadikan.hehhehe
Rasa cinta yang tergambar disana,keliatan sederhana dan gak lebai,ya kan?
Rasa cinta yang sopan,dan tergambar dengan apa adanya.
Gila,sok pakar sekali saya! hahahha
tapi yah...gitulah kesan yang bisa saya tangkep setiap kali baca puisi itu.
Pengen sekali punya cinta yang seperti itu.
Gak macem-macem.Tapi apa masih ada yang begitu? hahhahahha
Gak taulah.
"Masih sepi yang dulu"
Masih sepi yang itu itu juga.
Yang tak jarang mencekam saat rindu membakar .
Aku masih menunggu,bersama payung merah jambu.
Hujan,sudah berhenti.
Hanya angin dinginnya saja yang masih kurasa.
Aku menunggu,dibawah pohon harapan,
Kapankah kau datang,sayang?
Yang tak jarang mencekam saat rindu membakar .
Aku masih menunggu,bersama payung merah jambu.
Hujan,sudah berhenti.
Hanya angin dinginnya saja yang masih kurasa.
Aku menunggu,dibawah pohon harapan,
Kapankah kau datang,sayang?
Yang terlepas.
Adalah pilihan untuk menjadi gila saat kita tak bisa sepenuhnya menggenggam.
Yang terlepas,ketika dengan hati ku coba merangkulnya.
Malam sepoi kedinginan disana,seorang diri.
Aku memilih gila,pura-pura tak tau semua.
Dan kau?cukuplah kau diam.
Kita tak perlu ngapa-ngapain.
Sebab jodoh pun belum benar-benar mengikat benang merahnya.
Kamis, 01 September 2011
Anak baru.
Ada,anak baru.
Gak mungkinlah blak-blakan namanya ditulis disini.
Tapi males saya.
Kayaknya dia bakal menggeser posisi saya sebagai first lady.
Thats not good,but...whatever.
Liat aja jadi apa entar.
Gak mungkinlah blak-blakan namanya ditulis disini.
Tapi males saya.
Kayaknya dia bakal menggeser posisi saya sebagai first lady.
Thats not good,but...whatever.
Liat aja jadi apa entar.
Surat untuk William.
William..
maafkan aku yang tidak juga bisa benar-benar mencintaimu.
Maafkan aku yang selalu mengabaikanmu,hingga kau lelah dan pergi.
Aku tau sekarang kau punya yang lain.
Aku boleh jadi berbahagia,tapi tak ku pungkiri kalau aku juga bersedih.
Aku bahagia,sebab setidaknya kau tak perlu lagi menghadapiku yang sangat mengesalkan ini.
Aku bahagia ,sebab setidaknya kau sudah menemukan cinta yang baru,.
Tapi aku juga bersedih,karna kau sudah tidak mau lagi menemaniku.
Aku sepi,kau tau?
Tanpa sadar,ternyata kau telah begitu lama menemani dalam kesepian itu.
Tapi ini baik bagimu,karna kau tidak akan sakit lagi karna ulahku.
Aku yang sering sengaja bikin marah,aku yang selalu nyuekin kamu,
dan aku yang gak sadar bikin kamu sakit hati gara-gara keasikan ngegodain temen kamu..
Aku banyak dosa sama kamu,makanya aku gak mau bikin kamu tambah kesel lagi.
Kalo aja kamu sadar,aku tuh sayang sama kamu,tapi kamu tau lah ego aku terlalu besar untuk bisa ngakuin itu.
Biar aja kamu pergi,karna aku tau aku gak bisa sama kamu,
kamu bukan pangeran impian itu,maaf..
Tapi kamu harus tau,kalau aku juga menyayangimu.. ^_^
maafkan aku yang tidak juga bisa benar-benar mencintaimu.
Maafkan aku yang selalu mengabaikanmu,hingga kau lelah dan pergi.
Aku tau sekarang kau punya yang lain.
Aku boleh jadi berbahagia,tapi tak ku pungkiri kalau aku juga bersedih.
Aku bahagia,sebab setidaknya kau tak perlu lagi menghadapiku yang sangat mengesalkan ini.
Aku bahagia ,sebab setidaknya kau sudah menemukan cinta yang baru,.
Tapi aku juga bersedih,karna kau sudah tidak mau lagi menemaniku.
Aku sepi,kau tau?
Tanpa sadar,ternyata kau telah begitu lama menemani dalam kesepian itu.
Tapi ini baik bagimu,karna kau tidak akan sakit lagi karna ulahku.
Aku yang sering sengaja bikin marah,aku yang selalu nyuekin kamu,
dan aku yang gak sadar bikin kamu sakit hati gara-gara keasikan ngegodain temen kamu..
Aku banyak dosa sama kamu,makanya aku gak mau bikin kamu tambah kesel lagi.
Kalo aja kamu sadar,aku tuh sayang sama kamu,tapi kamu tau lah ego aku terlalu besar untuk bisa ngakuin itu.
Biar aja kamu pergi,karna aku tau aku gak bisa sama kamu,
kamu bukan pangeran impian itu,maaf..
Tapi kamu harus tau,kalau aku juga menyayangimu.. ^_^
"Dunia Tanpa suara"
Apa kau dengar,bisikan hening itu?
ia meresap dalam nadi,.
Dimana aku bisa bicara?
Dunia tanpa suara,
ini rumah kita,pujangga!
Kau bisa berbisik padaku,
mari kita kubur semua rahasia dalam kata.
Itu pisau bagi kita,inilah selimut dingin.Inilah surga.
Sedang
Dunia terlalu bising.
ia meresap dalam nadi,.
Dimana aku bisa bicara?
Dunia tanpa suara,
ini rumah kita,pujangga!
Kau bisa berbisik padaku,
mari kita kubur semua rahasia dalam kata.
Itu pisau bagi kita,inilah selimut dingin.Inilah surga.
Sedang
Dunia terlalu bising.
Langganan:
Postingan (Atom)