Rabu, 28 Desember 2011

" Puisi Cinta"


Bukankah Engkau menjanjikan cinta,sebagai pengisi hidup kami sekalian?

Tuhan,

Aku merindukan sentuhan pada hati ku yang kering kerontang.

Aku menangisi ,kapan akan Engkau kirimkan padaku seseorang?

Aku mengadu tentang malam-malam sepi,tentang kerinduanku pada dekapan sang jodoh.

Mungkinkah itu dia, Tuhan?

Akankah kami berjodoh?

Engkau  janjikan padaku satu cinta adam,

Tapi dimana akan ku temukan Tuhan?

Mungkinkah itu dia?

Dia yang tersesat dalam bahasanya tentang cinta.

Suatu hari yang lalu , dia datang padaku,

ketika hatiku sudah mengeras oleh luka cinta tak berkesudahan.

Lalu kemudian ,Aku mengingatnya  kala hatiku dilanda sepi..

Kepadanya,aku kembali belajar mengenal, kepadanya aku kembali belajar menaruh kasih.

Bodohkah aku Tuhan,jika seiring hari ,kemudian aku menginginkannya ?

Aku hanya ingin didekap,melewati malam-malam gelap yang pekat.

Aku hanya ingin ditemani,melewati hari-hari sepi.

Mungkin juga menjalani hari-hari tua, ketika cinta sudah kami bingkai dalam ikatan kasih-Mu.

Bisa jadi aku menginginkan altar itu, bersamanya.

Bisa jadi aku mengharapkan dalam hujan,didekapnya.

Bukankah cinta diperuntukkan siapa saja Tuhan?

Bolehkah aku mencintainya Tuhan?

Ingin ku abdikan seluruh hatiku, dalam hidupku kepadanya.

Ingin ku lahirkan anak-anak cinta, dari nya.

Ingin ku bisikkan nyanyian kasih,sebelum ia terlelap didekap malam.

Ingin ku masakkan rindu-rindu , tertanam dalam hatinya.

Biarkan kami menari,menuju surga tanpa batas, dalam kesatuan kami.

Izinkan aku menggenggam erat tangannya Tuhan,saat ia terluka.

Izinkan aku mengusap peluhnya Tuhan, pada ikhtiar nya membesarkan cinta-cinta kami.

Izinkan aku menemani dalam sakit,dalam sedih,dalam bahagia.

Izinkan aku menguatkannya,menemaninya,menghangatkannya,mendambanya,mengasihinya.

Izinkan aku bersamanya,

Izinkan ku tanamkan cintaku dalam hatinya,

Lalu biarkanlah dia mencintaiku Tuhan,

Biarkan dia memelukku untuk menenangkanku dari takut,

Biarkan dia membimbingku,meniti jalanMu.

Biarkan dia mengasihiku,melindungiku,

Biarkan dia menjadi pemimpin dalam rumah kami,

Izinkan aku memanggilnya ‘sayang’,

Izinkan aku menjadi yang halal bagi nya Tuhan..

Jangan kau haramkan cintaku baginya Tuhan,

Biarkanlah  dia menjadikanku ‘kekasih’nya menuju Surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar