Rabu, 31 Agustus 2011

Karna saya 'Tidak Kaya'

Beberapa hal yang tidak dapat dipungkiri dalam pendekatan pergaulan kita adalah 'Harta'.

Semua orang boleh dengan munafiknya bilang kalo harta ,TIDAK PENTING!
tapi secara tidak sadar,kita menilai segala sesuatu dari diri seseorang,sedikit banyak dari 'Uang' yang dia punya.

Saat kelas 3 SMA,saya pernah mengalami hal yang tidak akan pernah saya lupakan selama hidup saya.

Kala itu,lagi musim-musimnya ilang handphone.Beberapa anak dikelas-kelas yang lain mengalami hal seperti itu,dan tak terkecuali juga kelas saya.Seorang siswi,yang bisa dibilang berada (karna kedua orangtuanya lumayan berkedudukan baik dalam pemerintahan),mengaku kehilangan handphone terbaru miliknya.

Kontan saja anak-anak kelas kami ricuh,terutama yang cewek-cewek.Semuanya ribut mengenai siapakah sebenarnya yang telah melakukan pencurian itu.

Seorang teman menganjurkan untuk mendatangi orang pintar,supaya siapa tau mendapat sedikit pencerahan.Beberapa orang pintar pun didatangi,namun ternyata tidak mampu memberikan informasi yang berarti.

Semakin riuhlah selentingan macam-macam dikelas itu.Karna orang pintar tidak mampu memberi jawaban,jadilah mereka semua yang sibuk menyimpulkan sendiri.

Siswi yang kehilangan handphone itu kebetulan punya gang (yang kayak ditipi2 itu lohh,yang isinya rata2 anak tajir dan judes semua).

Suatu ketika,selepas pelajaran olahraga,kami semua cewek dikelas itu seketika menyerbu kantin pak Ali.
Saya memilih untuk makan diluar kantin bersama teman-teman yang lain,karna merasa agak malas nongkrong bersama gang mereka didalam sana.

Selesai makan,saya berniat masuk ke kantin untuk membayar.
Perlahan saya mendengar mereka masih saja ribut menduga-duga siapa yang sebenarnya yang mencuri handphone itu.Dan tak sengaja,saya mendengar nama saya disebut.

"jangan-jangan...yang maling itu zara,cui? ya...lo taulah..keluarganya kan gak kaya.kali aja dia lagi butuh duit,atau mungkin dia pengen duit itu buat gaya-gaya an,iya kan?"kata salah seorang dari mereka.

Deg.Jantung saya serasa berhenti berdetak.
Saya?dituduh mencuri handphone?
Saya coba menguat-nguatkan hati untuk masuk dan membayar,kemudian segera balik ke kelas.

Ketika saya masuk,entah mengapa mereka seperti seketika terdiam dan terpaku melihat saya.
Ada juga yang beberapa yang salah tingkah.

Saya berusaha untuk santai,membayar,lalu kembali ke kelas.

Saya balik ke kelas sendirian.Hati saya sakit sekali rasanya.Maling hape,?buat apa??

Mungkin memang orang tua saya tidak sekaya orang tua mereka,tapi SAYA TIDAK SERENDAH ITU!
Saya tau saya tidak kayak,tapi sesulit-sulitnya hidup ini,tidak akan pernah terbersit sedikitpun dalam hati dan pikiran saya untuk mencuri.

Tidak,karna saya punya HARGA DIRI!
Saya merasa hancur sekali.Kemudian saya berpikir,bagaimana jika saya membalas mereka dengan tidak membantu mereka dalam ujian nasional nanti?tapi kalo saya pikir-pikir lagi..buat apalah.Gak penting juga ngelakuin begituan.Itu akan membuat saya sama rendah nya dengan mereka (yang seenaknya saja menuduh orang).


Hal itu kemudian semakin membuat saya mengerti,bahwa sebenarnya memang uang sangat bisa memberikan tempat bagus bagi kita dalam pergaulan.
Orang-orang akan sangat mau bersahabat dengan kita,kalau kita kaya,seburuk apapun perangai kita.Orang-orang akan lebih mudah membantu kita,kalau kita punya uang.

Ya,bukan salah Tuhan yang tidak memberikan saya atau keluarga saya harta yang melimpah ruah.
Yang salah adalah tuntutan hidup kita yang terlalu materialistis,tapi tidak dapat saya pungkiri juga kalau saya pun begitu.Saya juga ingin harta yang banyak.Tapi toh hidup bukan cuma tentang 'UANG' kan?

Yang saya herankan juga sekarang ini,kebanyakan laki-laki justru juga 'Matre'.

Beberapa laki-laki disekitar saya akan lebih memilih wanita dengan gaya yang POOLLL...dan uang yang BAGOOSSS....meskipun sering menyebalkan mereka..Ketimbang perempuan yang baik..tapi terlalu sederhana,dan mungkin lumayan 'Miskin'.


Tapi yah...hidup memang kejam Nona! inilah hidup! Jika kita tidak kuat bertahan,maka kita akan hancur.Berpegang saja pada apa yang menjadi prinsip kita.Lalu nikmatilah..hidup!

1 komentar:

  1. hidup memang butuh uang,
    dn semua org tdk perlu munafik dgn bilang tdk butuh uang.
    tapi yg jelas jika seseorg menilai seseorang yg lain dn bertmn hnya krn uang, brarti dr nya lbh rendah dr harta yg dimilikinya.
    roda kehidupan pasti berputar
    pasti!

    BalasHapus