Selasa, 26 November 2013

Lelaki-ku

#1
Aku ingin kamu, menjadi segalaku.
Menjadi pagi yang penuh janji, Menjadi malam tempat sembunyi.

Menjadi cinta-ku, dalam hidup hingga mati.



#2
Aku ingin memilikimu sebagai malam,
Yang hadir sebagai selimut bagi mimpi.

Aku ingin memilikimu sebagai hari,
Tak lelah kujejaki meski kecewa datang silih berganti.

Bercermin

Kita hanyalah manusia yang terus belajar mendekat kepada Tuhan..

Meski kita tahu, dosa kita terlanjur banyak.. Doa kita terlalu melimpah ruah.



Bukankah kita hanya makhluk lemah yang penuh dosa dan terlalu banyak meminta?

Bahkan kita seringkali merajuk pada Allah, ketika 'ingin' kita tak jua jadi nyata.


Bukankah kita tidak tahu diri?

Apa yang kita beri pada Allah? dosa? pengingkaran Nikmat-Nya?

Kita bahkan tidak pernah benar - benar 'Memberi' pada-Nya.

Lalu pantaskah kita sombong dengan segala ketiadaan?


Semoga kita terus belajar menjadi lebih baik. :)

Minggu, 24 November 2013

Bagaimana seharusnya aku mencintaimu?

Katakan padaku, bagaimana seharusnya aku mencintaimu?


Apakah dengan mengecupmu setiap hari?
Ataukah memberimu puisi romantis setiap hari?

Bagaimana seharusnya aku mencintaimu?

Apakah dengan meneleponmu sepanjang waktu?
Atau dengan mengucapkan khawatir saat kamu sakit, sedang kita berjauhan?

Bagaimana seharusnya aku mencintaimu?
Apakah aku harus menjadi cerewet seperti Ibumu, mengatur jadwal makan, teman – teman, bahkan seluruh kegiatanmu?
Apakah harus dengan menyatakan cinta di tengah pesta?
Atau menangis ketika kamu memilih pergi bersama wanita lain lagi?


Begitukah, mencintai?


Sabtu, 23 November 2013

Rindu padamu, rindu...

Kata – kata ku berlari mengejarmu,

Menempel disepatu, melekat di baju, berbisik di teligamu..

Hei!! Si tampan di negeri seberang.
Tawamu itu seperti hujan, meneduhkan.

Ah... Apalagi yang bisa kulakukan?
Pesonamu tumpah ruah tak tertahan..


Menempel di otakku, melekat di hatiku, bernyanyi aku..

Du du du .. Rindu padamu, rindu..




Jumat, 22 November 2013

Dulu, katamu

Dulu katamu,
Kamu akan terus menggenggam tanganku, lalu kita menari dibawah hujan.

Dulu katamu,
Kita akan berjalan beriringan, mejejaki warna warni pelangi.
Lalu kamu juga akan memelukku dalam gelap, akan menjagaku dari takut.

Dulu katamu, kamu tidak akan melepaskan genggaman tangan kita,

Kamu juga bilang kalau kita akan terus jatuh cinta, dari pagi hingga senja,

Dulu katamu, kita akan tetap menjadi kita.. 

Tapi itu dulu, katamu.