Ketika anak SosPol seperti gue justru tidak tertarik untuk ikut serta lebih dalam ke dunia politik..
Ketika teman-teman seangkatan gue lebih sibuk kepada segala macam organisasi kampus,
segala macam pemilihan sejenis gubernur mahasiswa dan lain sebagainya,
gue malah sibuk bikin novel, kutan lomba nulis cerpen, ngirimin cerpen ke berbagai majalah, ngirimin puisi, dan sebagainya.
Gue tau yang tampak kemudian adalah bahwa gue salah pilih jurusan.
Tapi justru yang harus disadari adalah
bahwa ini tidak ada salahnya
Hidup gue untuk menulis, meski akademik gue dipolitik.
Sekalipun gue dikatakan tidak aktif sebagai mahasiswa, toh gue punya target sendiri.
Gue punya mimpi yang lain.
Dan akademik yang gue pilih hanya sekedar untuk menambah pengetahuan,
tanpa perlu ikut lebih dalam.
Karna Mimpi gue adalah jadi penulis, yang tidak buta tentang politik.
Rabu, 23 Mei 2012
Selasa, 15 Mei 2012
Ketika Kau menari-nari diotakku
Adakah benar saat aku menjadi bodoh?
Terdapat gumpalan merah jambu memenuhi otakku ,
logika ku jadi buntu.
Adakah waktu untuk pergi ketika kamu ternyata tidak sendiri?
Tapi kamu pura-pura lugu,
sengaja menari-nari diotakku,
Kini aku menjadi dungu,
antara dimadu, atau pergi serupa angin lalu..
Sendiri sekarang bukan lagi pilihan yang indah,
Namun ternyata kamu masih saja mau,
menari-nari diotakku,
betapa bodohnya aku.
Aku jadi dungu,
dankau masih saja pura-pura tidak tau,
Berada diantara dia dan aku.
Pura-pura tidak tau..
Terdapat gumpalan merah jambu memenuhi otakku ,
logika ku jadi buntu.
Adakah waktu untuk pergi ketika kamu ternyata tidak sendiri?
Tapi kamu pura-pura lugu,
sengaja menari-nari diotakku,
Kini aku menjadi dungu,
antara dimadu, atau pergi serupa angin lalu..
Sendiri sekarang bukan lagi pilihan yang indah,
Namun ternyata kamu masih saja mau,
menari-nari diotakku,
betapa bodohnya aku.
Aku jadi dungu,
dankau masih saja pura-pura tidak tau,
Berada diantara dia dan aku.
Pura-pura tidak tau..
Sabtu, 28 April 2012
"Jalan"
Hujan bukanlah petaka, ketika dalam padanya bisa kuhapuskan
semua dosa.
Apa salah , ketika jalan yang ada sama seperti dulu kala?
Adalah dosa bagiku, menjadi pecinta yang haram,
Menunggu yang tidak datang,
Luka adalah biasa, bagiku yang tidak biasa terhadap bahagia.
Tapi jangan pernah ajari aku bagaimana menjadi kuat,
Karna kau bahkan tidak pernah merasakan sedikitpun goresan luka.
Kau adalah manusia sempurna, yang terlalu beruntung diliputi
bahagia.
Aku tidak menyalahkan jalan Tuhan ,
Ketika jalan yang Dia berikan selalu menyesakkan,
Bisa jadi ini salahku, yang salah melihat pelangi dalam air.
Kemudian berharap memilikinya, meski sebenarnya ia tidak
ada.
Jumat, 20 April 2012
" Semesra Bayanganmu"
Suatu Pagi kau datang, ketika aku sedang duduk termenung sendirian.
Kau ajak aku bicara, hingga aku tertawa-tawa bahagia.
“ Apa kau mau ikut denganku?,” katamu tiba –tiba.
“Kemana?,” kutatap matamu dalam-dalam.
“ Kita akan meniti pelangi, kau sudah lama tidak merasakannya bukan?,”
Kau genggam tanganku, aku tersenyum bahagia.
Kita pun pergi.
Sesampainya di depan pelangi,
Kita mulai berjalan, kau berdiri dibelakangku, menjagaku.
Kau bilang kau akan terus menggenggam tanganku, hingga kita sampai diujung pelangi.
Aku bahagia, kau tersenyum juga.
Sepanjang perjalanan, tiada kurasa lelah.
Aku baru hendak mempererat genggaman tangan kita, ketika tiba-tiba kau menghilang.
Aku kebingungan dan sedih.
Kau kemana? Bagaimana aku bisa meneruskan perjalanan tanpamu?
Aku pun terduduk lemas diatas awan. Airmataku menetes, aku bersedih.
Aku belum sanggup kehilanganmu.
Mataku menelisik kesekitar awan, mungkin kau sedang duduk melepaskan lelah.
Tapi kau tetap tidak kutemukan juga.
Lalu aku melihat kebawah,
Aku tertegun,
Kudapati kau sedang tertawa-tawa bersama dia,
Dibumi sana.
Aku menangis lagi, siapa yang menggenggamku sejak tadi,
Jika ternyata kau ada disana?
Mungkinkah itu bayanganmu, yang terlanjur mesra memeluk hatiku?
Mengapa tampak begitu nyata?
Ahh...
Semesra bayanganmu, yang begitu sulit kutinggalkan.
Bisakah kita kembali melanjutkan perjalanan?
Bisakah kau kemari, kepadaku?
Dirimu yang nyata disana,
Bukan sekedar kesemuanmu saja?
Apa bisa?
Minggu, 08 April 2012
"Ruang"
Disekat batas-batas yang ku buat sendiri
Aku ini
Hanya sepadanan dingin dengan sedikit api
Disekat batas ini ada pikir yang terbang ke angkasa,
Sedang tubuhku terbaring disini saja.
(Indralaya, 31 Desember 2011)
Rabu, 29 Februari 2012
"Confession"
Capek
Maka saya katakan saya lelah,
maukah kamu pergi?
Ini bukan lagi tentang perasaan,
ini tentang kebosanan saya,.
Dan saya tau sekarang saya tidak mau kamu.
Bukan kamu yang saya mau.
Apa saya menyakiti kamu sekarang?
Tapi kamu yang lebih dulu menyakiti saya.
Dengan membuat saya belajar menyukai kamu, lalu kamu mengombang-ambingkan saya dalam perasaan saya sendiri,
seolah kamu tidak pernah berbuat apa-apa pada saya?
Saya katakan kalau kamu memang sok polos,
entahlah apakah kamu benar-benar polos atau berembel-embel 'sok' seperti yang saya bilang.
Saya lelah dengan hubungan yang begini-begini mulu.
Sudah satu tahun lewat saya habiskan dengan tidak berhubungan dengan laki-laki manapun yang bisa saya dekati.
Lalu kemudian kamu datang.Saya pikir kamu adalah orang yang bisa membawa angin segar dalam hidup saya sehingga saya bisa menjadi orang yang baru.
Nyatanya?
sama saja.
Kamu membuat saya mengulang kembali cerita lama yang sudah tidak mau saya jalani lagi.
Kamu tidak mau melepaskan dia,
tapi kamu berharap saya bisa memberikan perhatian lebih pada kamu?
Kamu pikir saya ini apa?
Ban serep ketika pacar kamu jauh disana?
atau no alternatif yang bisa kamu telpon ketika pacar kamu sedang sibuk, dan telpon kamu gak dia angkat?
Akhirnya saya lelah juga,
saya pikir saya akan menjadi bodoh lagi.
Tapi kini saya bosan,
bahkan menatap kamu saja saya sudah tidak mau lagi sekarang.
Sekarang saya cuma mau kamu pergi dari hidup saya.
Bukan karna saya benci sama kamu,
tapi saya hanya ingin menjalani hidup yang wajar,
saya ,
tanpa kamu.
Seperti dulu.
Maka saya katakan saya lelah,
maukah kamu pergi?
Ini bukan lagi tentang perasaan,
ini tentang kebosanan saya,.
Dan saya tau sekarang saya tidak mau kamu.
Bukan kamu yang saya mau.
Apa saya menyakiti kamu sekarang?
Tapi kamu yang lebih dulu menyakiti saya.
Dengan membuat saya belajar menyukai kamu, lalu kamu mengombang-ambingkan saya dalam perasaan saya sendiri,
seolah kamu tidak pernah berbuat apa-apa pada saya?
Saya katakan kalau kamu memang sok polos,
entahlah apakah kamu benar-benar polos atau berembel-embel 'sok' seperti yang saya bilang.
Saya lelah dengan hubungan yang begini-begini mulu.
Sudah satu tahun lewat saya habiskan dengan tidak berhubungan dengan laki-laki manapun yang bisa saya dekati.
Lalu kemudian kamu datang.Saya pikir kamu adalah orang yang bisa membawa angin segar dalam hidup saya sehingga saya bisa menjadi orang yang baru.
Nyatanya?
sama saja.
Kamu membuat saya mengulang kembali cerita lama yang sudah tidak mau saya jalani lagi.
Kamu tidak mau melepaskan dia,
tapi kamu berharap saya bisa memberikan perhatian lebih pada kamu?
Kamu pikir saya ini apa?
Ban serep ketika pacar kamu jauh disana?
atau no alternatif yang bisa kamu telpon ketika pacar kamu sedang sibuk, dan telpon kamu gak dia angkat?
Akhirnya saya lelah juga,
saya pikir saya akan menjadi bodoh lagi.
Tapi kini saya bosan,
bahkan menatap kamu saja saya sudah tidak mau lagi sekarang.
Sekarang saya cuma mau kamu pergi dari hidup saya.
Bukan karna saya benci sama kamu,
tapi saya hanya ingin menjalani hidup yang wajar,
saya ,
tanpa kamu.
Seperti dulu.
Minggu, 05 Februari 2012
" Kala Galau Melanda "
Ada kalanya perasaan kita tak menentu ketika menghadapi suatu masalah,
antara sedih, kecewa, putus asa, marah bercampur menjadi satu dan menciptakan sebuah ' kegalauan '.
Kegalauan akan semakin menjadi-jadi ketika kita berpikir bahwa tidak ada tempat kita untuk berbagi atau menyampaikan unek-unek, dan itu bisa jadi membuat kita hampir seperti gila sendiri.
Kadang saya berpikir, betapa sulitnya jadi perempuan yang perasaannya selalu berasa- rasa setiap hari, tapi ternyata laki- laki juga bisa galau.
Ada banyak hal yang bisa membuat kita galau mulai dari kecoak dikamar mandi, sms yang gak dibales gebetan, pulsa yang abis tapi duit juga abis jadi gak bisa beli pulsa, atau pulsa modem yang abis sampe gak bisa ngerjain tugas karna duit gak ada buat beli pulsa (lha kok duit lagi?). Intinya segala hal bisa saja menimbulkan kegalauan bagi siapa saja makhluk Tuhan yang dianugerahi perasaan.
Kegalauan adalah perasaan tak menentu seolah-olah kita berdiri limbung sehingga kita butuh pegangan.
Disinilah pentingnya sandaran hati.
Sandaran hati yang saya maksut adalah orang-orang dekat yang selalu ada untuk kita (meskipun ketika galau kita sering menyalahkan siapa saja yang ada) baik itu teman dekat, adik, kakak, atau bisa juga pacar.
Pesan malam ini " Teman disebut teman adalah karna tugas pokoknya untuk menemani teman, menghabiskan dan melewati masa-masa galau bersama-sama"
Demikian posting februari. ^_^
antara sedih, kecewa, putus asa, marah bercampur menjadi satu dan menciptakan sebuah ' kegalauan '.
Kegalauan akan semakin menjadi-jadi ketika kita berpikir bahwa tidak ada tempat kita untuk berbagi atau menyampaikan unek-unek, dan itu bisa jadi membuat kita hampir seperti gila sendiri.
Kadang saya berpikir, betapa sulitnya jadi perempuan yang perasaannya selalu berasa- rasa setiap hari, tapi ternyata laki- laki juga bisa galau.
Ada banyak hal yang bisa membuat kita galau mulai dari kecoak dikamar mandi, sms yang gak dibales gebetan, pulsa yang abis tapi duit juga abis jadi gak bisa beli pulsa, atau pulsa modem yang abis sampe gak bisa ngerjain tugas karna duit gak ada buat beli pulsa (lha kok duit lagi?). Intinya segala hal bisa saja menimbulkan kegalauan bagi siapa saja makhluk Tuhan yang dianugerahi perasaan.
Kegalauan adalah perasaan tak menentu seolah-olah kita berdiri limbung sehingga kita butuh pegangan.
Disinilah pentingnya sandaran hati.
Sandaran hati yang saya maksut adalah orang-orang dekat yang selalu ada untuk kita (meskipun ketika galau kita sering menyalahkan siapa saja yang ada) baik itu teman dekat, adik, kakak, atau bisa juga pacar.
Pesan malam ini " Teman disebut teman adalah karna tugas pokoknya untuk menemani teman, menghabiskan dan melewati masa-masa galau bersama-sama"
Demikian posting februari. ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)